Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, Askabul Kijo saat ditemui awak media. (Foto: nsy/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, KENDARI –  Produksi perikanan tangkap di Sulawesi Tenggara mencapai 203.000 ton sepanjang tahun 2018. Capaian itu meningkat jika dibanding 2017 yang hanya mencapai 194.681 ton. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra Askabul Kijo.

“Selama 2018, produksi perikanan  tangkap kita capai 203.000 ton, mengalami peningkatan dibanding 2017 yang hanya mencapai 194.681 ton,” ujar Askabul saat ditemui, Rabu (9/1/19).

Data produksi perikanan tangkap tersebut, tersebar di 16 kabupaten dan kota. Dimana hanya satu daerah di Sultra yang tidak memiliki wilayah laut yakni Kabupaten Kolaka Timur.`

‘’Dari 16 kabupaten dan kota di Sultra, ada dua daerah hasil produksi perikanan tangkapnya paling banyak yaitu kota Kendari dan Baubau,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan produksi perikanan tangkap tersebut tidak hanya untuk kebutuhan lokal. Akan tetapi, lebih banyak yang diekspor ke luar Sultra.

‘’Makanya ada waktu-waktu tertentu harga ikan di Sultra khususnya di Kendari melonjak, karena stok ikan di tingkat pedagang kurang banyak yang dikirim di luar daerah,’’ paparnya.

Ia menambahkan, meskipun hasil produksi perikanan tangkap tahun ini meningkat, namun capaiannya tersebut belum maksimal mengingat potensi perikanan laut di Sultra begitu memadai.

‘’Tahun depan, kita akan maksimalkan karena kami terus melakukan pendampingan kepada nelayan, agar bisa tingkatkan hasil tangkapan,’’ pungkasnya.(nsy)


Tulis Komentar Anda Disini