Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi di Hotel Claro Kendari, Rabu (6/2/2019)
Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi di Hotel Claro Kendari, Rabu (6/2/2019)

OKESULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 29.012 orang warga di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah terjangkit narkoba.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, Brigjend Pol Bambang Priyambada SH M Hum saat menggelar Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi di Hotel Claro Kendari, Rabu (6/2/2019)

“Berdasarkan survei BNN RI dan Peneliti Kesehatan dari UI mencatat, ada 1,77  persen dari total penduduk Indonesia terjangkit narkoba. Sedangkan untuk Sultra sekitar 1,58 persen atau 29.012 orang terkena penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, ada 1.100 narapidana di Sultra yang berada di Lapas dan Rutan, dari total itu, ada  490 tahanan dari kasus narkoba.

“Jadi sekitar 50 persen napi di Sultra dari kasus narkoba,” ungkapnya.

Mantan Waka Polda Sultra ini juga mengusulkan kepada Gubernur Sultra agar dibangun Rumah Sakit (RS) Khusus Rehabilitasi untuk pengguna narkoba.

“Jadi kalau ada RS Rehabilitasi, setelah para pengguna menjalani hukuman, pas keluar langsung direhabilitasi, mudah – mudah di setujui,” tutupnya.(waa)

Tulis Komentar Anda Disini