Andre Dermawan, Konawe Selatan, Pertambangan
Kuasa Hukum PT GSM, Andre Dermawan (tengah), Managing Director PT GSM, Fahri (kanan) dan Humas PT GSM, Herman (kiri). (Foto : Wiwid/Okesultra.com)

OKESULTRA.COM, KENDARI – Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Gerbang Multi Sejahtera (PT GMS) di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) kurang lebih mencapai 2500 hektar. Didalamnya, ada 4 desa yang masuk alam kawasan IUP PT GMS.

Desa itu adalah Desa, Sangi-Sangi, Tue Tue, Lawesata dan Desa Ulusawa.

Meski 4 Desa yang ditinggali para warga di Laonti itu masuk dalam kawasan IUP PT GMS, perusahaan berkomitmen tidak akan memasukan wilayah itu dalam rencana aktifitas pertambangan.

Humas PT GMS, Herman kepada wartawan belum lama ini mengatakan, dalam undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan dijelaskan bahwa, kepemilikan atas IUP bukan kepemilikan atas tanah. Jadi, jika pihak perusahaan akan melakukan aktifitas pertambangan harus bernegosiasi dengan pemilik lahan atau dengan cara lain yang disepakti antara perusahaan dan pemilik lahan.

“Nah, bukan berarti 4 desa ini masuk dalam IUP PT GSM, tidak serta merta bisa di olah,” jelas Herman.

Herman menambahkan, jikapun lahan tersebut tidak ada pemukiman, namun pemilik lahan tak bersedia membeaskan, maka perusahaan tak akan melakukan aktifitas di lahan tersebut.

“Kalaupun lahan itu tidak ada pemukinan, dan pemilik lahan tak mengizinkan untuk dibebaskan kami juga tidak berani membebaskan dan beraktifitas ditempat itu. Kita patuhi semua aturan yang ditetapkan,” tutupnya.

Laporan : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini