OKESULTRA.COM, JAKARTA – Sembilan pelaku usaha rintisan (startup) asal Indonesia memaparkan gagasannya di depan investor Singapura, dalam Indonesia Startup Insight (ISI) ke-4 tahun 2018 di PSB Academy, Marina Square, Singapura.

Kesembilan startup dari Indonesia dan singapura yaitu Syntax dan Riliv dari Surabaya, Everidea dari Bandung, mussy.co dari Yogyakarta, iNusantara dari Jakarta, Alva Energi, Ummaline, Kurkur serta Cofounders Network.

Dalam kesempatan itu, masing-masing tim diberikan kesempatan presentasi singkat (pitching) selama 7 menit di depan para hadirin, panelis dan venture capital dari berbagai negara dan juga membuka peluang bagi startup Indonesia untuk berkolaborasi dengan startup Singapura dan negara lainnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Kinerja Bisa Pte Ltd, dan PSB Academy tersebut dihadiri lebih dari 400 pelaku usaha digital dan investor asal Singapura, acara tersebut dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya bersama CEO PSB Academy, Derrick Chang, Minggu (11/11).

Dubes Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya dalam sambutannya mengakui, dirinya telah dua kali menghadiri event tahunan ini, dan dirinya juga sangat mendorong pengembangan kerja sama usaha rintinsan atau startup Indonesia dengan mitranya di Singapura.

“KBRI Singapura terus mendukung kegiatan yang dimaksudkan untuk mendorong pengembangan dan kerja sama startup Indonesia dengan mitranya di Singapura,” ujarnya.

Ngurah Swajaya berharap, dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku startup dan investor, dapat tercipta ekosistem dan inkubasi yang baik bagi perkembangan bisnis rintisan tersebut di Indonesia.

Sementara itu, CEO dan Founder Kinerja Bisa, Stephanus Titus Widjaja, sebagai penyelenggara event ini mengapresiasi dan puas dengan suksesnya acara ini dan juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak.

“Hal-hal seperti ini adalah kongkrit dan merupakan manifestasi nyata bahwa negara hadir untuk startup,” papar Stephanus.

Untuk diketahui, dalam kerangka kerja sama bilateral, selain Indonesia Startup Insight, KBRI Singapura juga telah melakukan Hackathon di Politeknik Batam.

Indonesia startup insight sudah dilakukan secara rutin setiap tahunnya dan mendapatkan respons yang sangat positif dari investor dan pelaku usaha Singapura, dan tahun ini pihak penyelenggara bahkan menyediakan mentorship dan inkubator bagi startup yang dinilai memiliki potensi.

Acara Indonesia Startup Insight ditutup dengan pemaparan oleh Hari Santosa Sungkari, Deputi infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf, mengenai road map industry startup di Indonesia.


Laporan: Andise SL

 

Tulis Komentar Anda Disini