OKESULTRA.COM, KENDARI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Infanteri TNI AD di Korem 143/HO berlangsung sederhana namun penuh hikmad.

Dalam upacara yang diikuti oleh ratusan prajurit korps infanteri, prajurit TNI AU, AL dan Polri yang ada di Kota Kendari ini dimeriahkan dengan sajian teatrikal perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam peperangan di Palagan Ambarawa.

Salah satu catatan peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah infanteri adalah peristiwa saat menghadapi Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Dimana pada saat itu, Panglima Besar Jenderal Sudirman mengeluarkan Perintah Kilat Nomor 1/Pb/D/1948 yang ditujukan kepada Angkatan Perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu Perintah Siasat Nomor 1/1948 tanggal 12 Juni 1948, untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta dimana pasukan-pasukan yang hijrah melaksanakan aksi Wingate atau Infiltrasi dengan cara long march kembali ke wilayah masing-masing dan membentuk Wehrkreise (kantong-kantong kekuatan) di bebagai titik-titik kuat pertempuran gerilya.

Bentuk dan siasat pertempuran yang digunakan tersebut merupakan taktik dan strategi prajurit infanteri untuk melanjutkan perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.

Dalam sambutan Komandan Pusat Persenjataan Infanteri Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD (Danpussenif Kodiklatad) Brigjen TNI Teguh Pudjo Rumekso yang dibacakan oleh Komandan Korem 143/HO, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman membacakan amanat yang memberikan beberapa atensi.

Peringatan Hari Infanteri Tahun 2018 ini mengambil tema “Dengan Semangat Yudhawastu Pramukha Prajurit Infanteri Mengabdi Dan Membangun Bersama Rakyat”.

Tema tersebut mencerminkan komitmen dan tekad yang kuat prajurit dan satuan infanteri untuk menjadi tangguh, profesional, modern serta dicintai dan mencintai rakyat.

“Saya berharap tema tersebut tidak hanya dijadikan sebagai slogan belaka, namun, ditanamkan niat dan mantapkan ikhtiar menjadi komitmen bersama,” ucap Danrem.

Tantangan tugas kedepan yang semakin kompleks dan dinamis dengan berubahnya karakteristik bentuk ancaman di abad ke-21, yang mengedepankan teknologi modern.

“Respons dalam menyikapi hal tersebut, sejalan dengan kebijakan pimpinan TNI AD terhadap 7 Transformasi dan Modernisasi Alutsista yang telah direalisasikan secara bertahap,” imbuhnya.

“Keberadaan satuan-satuan infanteri yang dilengkapi dengan alutsista dan perlengkapan tempur yang modern, memberikan semangat baru untuk terus mengantisipasi berbagai perubahan dengan melakukan revisi, reaktualisasi, reorganisasi dan redefinisi doktrin, strategi dan taktik bertempur untuk mampu mengimbangi pola pertempuran modern kedepan,” pungkasnya.(A)


Laporan: Ronal
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini