OKESULTRA.COM, KENDARI – Dinas ESDM Sultra menghentikan sementara aktifitas delapan perusahaan pertambangan di Sultra.

Penghentian dilakukan karena kedelapan perusahaan tersebut belum mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

“Iya, jadi kita hentikan sementara 8 perusahaan karena belum ada RKABnya,” jelas Kepala Dinas ESDM Sultra, Andi Azis saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/2/2019).

Kedelapan perusahaan yang diberhentikan sementara itu, masuk dalam 22 perusahaan yang sebelumnya disebut Kabid Minerba, Yusmin, bermasalah.

“Jadi 22 yang disebut Pak Kabid itu, 12 sudah RKAB, dua perusahaan lainnya sudah RKAB, tapi di Jakarta, dan laporanya belum sampai kesini (ESDM), sementara sisanya ada 8 perusahaan belum RKAB, itulah yang kami hentikan sementara,” jelasnya.

Kedelapan perusahaan itu beri waktu selama satu minggu untuk menyeleseikan RKAB. “Yang jelas harus selesei dalam minggu ini,” sambungnya.

Jika kedelapan perusahaan tersebut tak segera menyeleseikan RKAB, maka aktifitasnya tetap akan diberhentikan.

“Tetap diberhentikan sementara  sampai dia menyeleseikan RKAB, tapi bukan teguran keras lagi, sudah warning dan sangat keras,” katanya.

Namun sayang, Kadis ESDM Sultra tak merinci secara jelas saat ditanya perusahaan mana saja yang aktifitasnya diberhentikan sementara karena belum ada RKAB.

“Nanti, nanti tanya Kabid,” katanya.

Sementara itu, Kabid Minerba ESDM Sultra, Yusmin juga tak memberi jawaban saat ditanya mengenai perusahaan mana saja yang aktifitasnya dihentikan sementara. “Nantilah dinda,” katanya singkat. (waa).


Tulis Komentar Anda Disini