OKESULTRA.COM, KENDARI – Kasus penyanderaan yang menimpa beberapa karyawan PT. Gema Kreasi Perdana (GKP) yang terjadi di desa Roko-roko, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 23 Agustus 2019 lalu, masih belum menuai titik terang, pasalnya hingga saat ini para pelaku masih bebas berkeliaran dilingkungan masyarakat.

Hal tersebut membuat Aliansi Mahasiswa Masyarakat Wawonii Bersatu (AM2WB) kembali mendatangi Polda Sultra untuk mempertanyakan perkembangan kasus penyanderaan tersebut, karena kurang lebih dua bulan masih belum ada kepastian hukumnya.

Amir Karim selaku juru bicara AM2WB saat ditemui oleh awak media mengatakan, kasus penyandraan yang disertai tindak kekerasan ini telah lama mereka laporkan namun hingga kini para tersangka belum juga tertangkap.

Kendati demikian, ia meyakini aparat kepolisian akan bekerja secara maksimal untuk mengungkap kasus penyanderaan yang disertai kekerasan itu.

“Ini negara hukum kita tunggu saja kinerja dari aparat kepolisian apalagi waktu rapat diaula Ditreskrimum, Wadir Krimum juga sempat mengatakan dalam waktu dekat ini akan melakukan upaya yang maksimal,” lanjutnya.

Sedikit menyinggung penyaderaan, Amir mengatakan tindakan yang dialami oleh 10 korban tersandera ini adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

“Kehadiran kami di Polda guna memastikan sejauh mana penanganan kasus tersebut. sebab, tindakan yang dialami 10 warga ini sungguh tidak berprikemanusiaan sebab mereka di perlakukan layaknya maling diikat di pukuli serta ditendang bahkan di caci,” katanya.

“Untuk sekedar buang air kecil saja tidak diizinkan, ini sungguh melampaui batas,” tukasnya

Laporan: Iwan

Tulis Komentar Anda Disini