OKESULTRA.COM, BALI – Asosiasi Pemda Maritim 6 Negara CTI/ Maritim Local Government Network (Maritim LGN) kembali menggelar lokakarya dengan tujuan untuk menyusun Rencana Aksi Regional 6 negara Coral Triangle Initaiatif – Coral Reef Fishery and Food Security (CTI-CFF) yang dikenal dengan Regional Plan of Action (RPOA) 2.0 sebagai kelanjutan dari RPOA 1.0.

Hugua yang merupakan Ketua Asosiasi Pemda Maritim 6 Negara CTI-LGN menjadi pembicara kedelapan setelah perwakilan NCC (National coordinating Commity) Masing masing negara menyampaikan pandangan negara masing terhadap harapan perubahan dan pembaharuan sasaran dalam penyususunan RPOA 2.0 tersebut.

“RPOA 1 yang disusun 10 tahun lalu, dinilai gagal karena belum menunjukan kerja nyata dalam Program Ketahanan Pangan dan pola Pengelolaan Sumber Daya Kelautan psecara berkelanjutan pada tingkat akar rumput dilapangan pada masing masing negara,” ungkap Ketua Asosiasi Sail Wisata Indonesia (ASWINDO) itu.

Dijelaskannya, dalam presentasenya bahwa RPOA 2.0 harus jelas memberi mandat kepada NCC setiap negara untuk dapat mempengaruhi para influencer seperti Anggota DPR dan para menteri terkait untuk membuat keputusan, regulasi dan peraturan sebagai pedoman para pemangku kepentingan misalnya, Gubernur dan Bupati/Walikota dalam merealisasikan program CTI-CFF melalui APBD masing masing negara CTI.

“Disamping itu juga posisi CTI-CFF pada tingkat global belum memperlihatkan tajinya sehingga belum dikenal sebagai organisasi bergensi tingkat global, karena selama ini, program CTI-CFF masih pada tataran konsep akademis dan dialog pada level elit saja, belum dapat membumi pada tingkat desa dan kelurahan,” terang Anggota DPR RI terpilih itu.

Hugua lebih lanjut menilai bahwa dengan masuknya misi dan program CTI-CFF pada APBD tingkat Pemda maka Program Pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan dan ketahanan pangan dapat menyentuh tingkat akar rumput guna meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan masyarakat luas. Pada tataran capaian ini sambung Hugua, status CTI – CFF sebagai platform Kelautan tingkat regional akan berwibawa dan semakin diperlukan oleh bangsa dan rakyat negara anggotanya.

“Dengan demikian juga wibawa organisasi ini pada tingkat PBB akan semakin baik karena jika program tersebut terlaksana pada tingkat akar rumput maka otomatis tujuan SDGs PBB akan terealisasi dengan baik pada tingkat lokal khusunya tujuan no 2 berkaitan dengan Ketahanan pangan, tujuan no 14 yang berkaitan dengan kekayaan hayati laut dan tujuan No 17 berkaitan dengan kerja sama antara para pemangku kepentingan. Pada tingkat pencapaian ini maka kehadiran platform regional CTI semakin diperlukan oleh masyarakat lokal dan global,” tegasnya.

Laporan : Iwan

Tulis Komentar Anda Disini