OKESULTRA.COM, KENDARI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kendari terus mendalami dugaan pelanggaran terkait keterlibatan ASN dalam kunjungan Cawapres, Sandiaga Uno pada akhir Desember lalu.

Koordinator divisi Pengawasan dan Pencegahan Bawaslu Kendari, La Ode Hermanto mengatakan sebelumnya Bawaslu telah meminta klarifikasi dari beberapa orang saksi.

“Sekarang penanganannya masih proses mengumpulkan keterangan saksi dan klarifikasi,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (4/1/18).

Saat tim Okesultra.com menyambangi kantor Bawaslu Kendari, proses klarifikasi masih terus berlangsung yang dipimpin langsung oleh ketua Bawaslu.

Lebih lanjut, La Ode Hermanto menduga setidaknya ada 4 dugaan kasus pelanggaran Pemilu yang terjadi saat kampanye tersebut.

“Kami menduga ada 4 dugaan, tapi kita belum bisa pastikan sampai dimana intinya karena masih proses”, jelasnya.

Sampai saat ini Bawaslu telah memeriksa 4 orang saksi terkait kasus tersebut, namun Bawaslu enggan menyebut identitas saksi yang diperiksa sebab proses klarifikasi masih terus berjalan.

Dalam kunjungan Sandi di Kendari akhir Desember 2018 lalu, Bawaslu mensinyalir adanya pelanggaran dengan ketelibatan ASN dengan hadirnya beberapa orang dokter, satu orang yang diduga guru, Komisioner KIP Sultra, serta Ketua Kadin dalam pertemuan itu.

Selain mendalami kasus dugaan pelanggaran kampanye Sandiaga Uno, Bawaslu pun tengah menangani kasus keterlibatan salah satu Lurah di Kendari saat kampanye Capres beberapa waktu yang lalu dan saat ini telah diserahkan kepada komisi ASN untuk ditindak lanjuti.


Laporan: Andise SL
Editor: Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini