Pemuda Kanakea Lentera Pembaharu (Pekalape) Baubau bersama sejumlah tokoh masyarakat Kanakea saat menggelar pertemuan. (Foto: abn/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, BAUBAU – Pemuda Kanakea Lentera Pembaharu (Pekalape) Baubau bersama sejumlah tokoh masyarakat Kanakea menggelar pertemuan untuk mencari solusi serta mengantisipasi terkait pertikaian antar pemuda yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, juga dihadiri oleh Lurah Nganganaumala serta Kapolsek Wolio, Senin, (4/1/2019).

Ketua Pekalape Baubau, Arief Budianto Gavoer, S.IP, MH mengatakan pertemuan ini merupakan inisiasi dari Pekalape Baubau bersama sejumlah tokoh masyarakat Kanakea bertujuan untuk meredahkan ketegangan dan mencari langkah solusi serta antisipatif jangka panjang dalam rangka memelihara persatuan dan kedamaian.

Dikatakannya, pertikaian yang terjadi saat itu membuatnya sangat terpukul, karena sudah menodai upaya Pekalape Baubau dan seluruh elemen masyarakat Kanakea yang bertekad memperbaiki stigma beberapa bulan terakhir terus digagalkan.

“Masyarakat pada umumnya agar tidak melabelkan sebuah kelompok, organisasi atau masyarkat atas sebuah kejadian yang dilakukan oleh beberapa oknum,” jelasnya.

Diharapkan pula, agar semua pihak bisa saling menebar kebaikan serta adanya mediasi yang dilakukan untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai.

Sementara itu Kapolsek Wolio, AKP Bahtiar, S.Sos menyatakan permintaan maaf sebab pada saat kejadian masih berada diluar daerah untuk melaksanakan sebuah tugas dan ia berjanji akan mengantisipasi kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Dalam kejadian ini, sambung Kapolsek, agar tidak menyeret-nyeret nama keluarga atau nama kelompok dalam sebuah kejadian yang sebenarnya hanya melibatkan orang per orang.

“Ini sangat penting untuk menjaga, agar kejadian tidak meluas, karena kekacauan besar bisa terjadi akibat adanya hal-hal sepele dan personal,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Lurah Nganganaumala Razilu mengharapkan adanya introspeksi diri dari pihak-pihak yang terlibat dan perlu adanya penguatan fungsi keamanan.

Dalam pertemuan itu pula, semua yang hadir berkomitmen untuk dilakukan mediasi kedua belah pihak yang bertikai dan saling mendukung dalam menjaga keamanan di Kanakea, kemudian, melaporkan hal yang  berpotensi meresahkan dan menimbulkan kekacauan.

Terakhir, juga tercipta komitmen untuk memerangi minuman keras (miras), termasuk jika didapati kelompok meminum barang haram tersebut ditempat umum maka akan dilaporkan ke pihak berwajib. (abn/asl)


Tulis Komentar Anda Disini