Kondisi sumber air di areal sekitar tambang PT WIN. (Foto: ZR/ Okesultra.com).
Kondisi sumber air di areal sekitar tambang PT WIN. (Foto: ZR/ Okesultra.com).
Kondisi sumber air di areal sekitar tambang PT WIN. (Foto: ZR/ Okesultra.com).
Kondisi sumber air di areal sekitar tambang PT WIN. (Foto: ZR/ Okesultra.com).

OKESULTRA.COM, KENDARI – Aktivitas pertamabangan yang dilakukan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN), yang dilakukan di Desa Wonua Kongga dan Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah sangat merasakan masyarakat.

La Ode Pokolu salah satu warga Torobulu mengungkapkan, akibat aktivitas pertambangan yang dilakukan PT WIN, sumber mata air yang digunakan masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari secara kasat mata terlihat sudah sangat tercemar.

“Mata air yang digunakan masyarakat itu sudah tercemar warnanya sudah seperti lumpur yang awalnya bening, bagaimana tidak mau tercemar penggalian ore nikel dilakukan di atas penampungan mata air, sehingga air yang mengalir dari atas itu semua masuk ke penampungan bukan saja itu penggalian ore nikel juga dilakukan juga hanya berjarak sekitar 20 meter dari kali “, ucap Pokolu.

Sementara itu, Jais masyarakat Wonua Kongga juga mengungkapkan , PT WIN tidak hanya sekedar mencemari mata air yang digunakan masyarakat, akan tetapi juga melakukan penggalian ore nikel juga tepat di samping ruas jalan umum.

“Jadi PT WIN itu juga menggali ore nikel tepat dipinggir jalan umum jaraknya sekitar 10 meter dari jalan. Padahal jalan umum itu satu satunya akses jalan yang dilewati kalau ingin pergi ke desa Wonua Kongga akhirnya masyarakat yang lewat menghirup debu ore nikel setiap hari, kan itu sangat berbahaya”, ketus Jais.

Tidak sekedar berbicara, masyarakat juga mengirimkan bukti video kondisi mata air yang tercemar dan aktivitas penggalian ore nikel kepada tim Okesultra.com.

Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Kabid Minerba) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra, Hasbulah yang dikonfirmasi dan diperlihatkan video, selasa (30/07) di kantornya mengungkapkan akan melakukan kajian terhadap video.

“Kami kaji dulu isi videonya kita juga kordinasikan dengan Kepala Dinas, kalau betul seperti yang terlihat akan kami tindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap Hasbulah.

Di tempat terpisah ketua Himpunan Mahasiswa Pemerhati Konawe Selatan, Rinaldi menuntut ESDM segera malaukan sidak dan menutup operasi PT WIN.

“PT WIN segera harus di tutup, dengan bukti bukti yang sudah ada tidak ada alasan ESDM tidak menutup operasi PT WIN, kalau tidak di tutup berarti pihak ESDM ada main dengan PT WIN dan kalau seperti itu kami akan aksi di ESDM menuntut Kadis ESDM dicopot, “tutup Rinaldi.


Laporan: ZR
Publisher: Andise SL

Tulis Komentar Anda Disini