Warga Perumahan Dosen UHO, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu bergotong royong membersihkan kali yang disinyalir menjadi penyebab banjir (foto : Istimewa)
Warga Perumahan Dosen UHO, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu bergotong royong membersihkan kali yang disinyalir menjadi penyebab banjir (foto : Istimewa)

OKESULTRA.COM, KENDARI – Masalah banjir di Kota Kendari hingga saat ini memang belum juga teratasi dengan maksimal. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, beberapa tempat di Kendari langsung terendam banjir.

Seperti halnya yang terjadi di Perumahan Dosen (Perdos) Univesitas Halu Oleo (UHO), Kelurahan Kambu, Kacamatan Kambu, Kota Kendari. Menurut warga, setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi dan cukup lama, sebagian wilayah tersebut langsung terendam.

Kejadian itu juga sudah berlangsung bertahun-tahun. Belum ada penangan serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Tak mau terlalu berharap dengan Pemkot Kendari, warga Perdos lalu berinisiatif untuk mengumpulkan dana swadaya agar bisa menyewa alat berat untuk mengeruk anak sungai sekitar perdos yang disinyalir sebagai biang dari banjir yang terjadi selama ini. Dana yang terkumpul itu juga nantinya akan digunakan untuk membeli timbunan dan membuat talud sementara.

Tak tanggung-tanggung, dana yang berhasil dikumpulkan warga perdos mencapai Rp 80 juta lebih.

“Kita kumpulkan dana, ada yang menyumbang Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta, sekarang dana yang terkumpul Rp 80 juta lebih,” jelas salah seorang warga Perdos UHO yang namanya tak mau disebutkan, Sabtu (24/3).

Namun, belum sampai dana tersebut digunakan untuk menyewa alat berat, Lurah setempat mengetahui apa yang di lakukan warga dan berinisiatif melaporkan keluhan tersebut ke Pemkot Kendari.

Setelah Pemkot tau apa yang dilakukan warga, Lurah, Camat, Kadis PU dan Plt Wali Kota Kendari langsung terjun ke lapangan dan menemui warga untuk menerima keluhan warga Perdos secara langsung.

Setelah tau yang dilakukan warga, alat berat milik Pemkot Kendari langsung dikerahkan untuk membantu warga Perdos (Foto : Istimewa)

“Awalnya setelah dana terkumpul kami akan sewa alat berat, tapi ternyata Pak Lurah, Pak Camat dan Bapak Plt Wali Kota Kendari tau, dan langsung turun ke Perdos untuk mengecek. Plt Wali Kota Kendari katakan alatnya tersedia dan tidak perlu di sewa, warga hanya disuruh surat permohonan ke Pemda,” jelasnya.

Hingga akhirnya, 2 alat berat milik Pemkot Kendari dibantu oleh warga sekitar mengeruk anak sungai yang melintas di Perdos. Bahkan, Plt Wali Kota Kendari, Sulkarnain menjanjikan warga Perdos untuk di buatkab talud permanen.

“Sudah berapa hari ini alat berat beroperasi, mudah-mudahan bisa mengurangi banjir,” katanya.

Ia juga mengatakan, uang yang sudah terlanjur terkumpul tak digunakan dan tak dikembalikan ke masing-masing warga, melainkan disinpan di bendahara untuk keperluan kegiantan warga Perdos.

“Uang yang Rp 80 juta kami simpan. Untuk keperluan swadaya masyarakat Perdos nantinya,” imbuhnya.

Dirinya mengatakan, warga Perdos berharap agar Pemkot serius menangani persoalan banjir yang sudah bertahun-tahun dialami warga perdos.

“Kami berharap upaya mengatasi banjir di Perdos ini sampai tuntas. Kami sudah bertahun-tahun terkena banjir. Mudah-mudahan tahun ini tak mengalami lagi,” tutupnya.

Laporan : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini