OKESULTRA.COM, KENDARI – Berdasarkan data yang diperoleh dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari, setidaknya masih ada delapan kasus pembunuhan terhadap jurnalis di Indonesia yang hingga kini belum tersentuh hukum.

Delapan kasus itu, antara lain pembunuhan Fuad M Syarifuddin (Udin), wartawan Harian Bernas Yogya tahun 1996, pembunuhan Herliyanto, wartawan lepas harian Radar Surabaya tajun 2006, kematian Ardiansyah Matrais, wartawan Tabloid Jubi dan Merauke TV tahun 2010, dan kasus pembunuhan Alfrets Mirulewan, wartawan Tabloid Mingguan Pelangi di Pulau Kisar, Maluku Barat Daya tahun 2010.

Satu kasus yang telah terungkap adalah kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Gede Bagus Narendrwa Prabangsa pada tahun 2009. Otak pelaku pembunuhan itu adalah Susrama.

“Berbeda dengan lainnya, kasus Prabangsa ini bisa diproses hukum dan pelakunya divonis penjara. Artinya, penuntasan kasus ini adalah sejarah satu-satunya dalam penegakan hukum atas kasus pembunuhan jurnalis,” jelas
Ketua Divisi Advokasi, AJI kendari
La Ode Pandi Sartiman dalam rilis persnya yang diterima Okesultra.com, Jumat (25/1/2019).

Ia menjelaskan, dalam sidang Pengadilan Negeri Denpasar 15 Februari 2010, hakim menghukum Susarama dengan divonis penjara seumur hidup.

Sebanyak delapan orang lainnya yang ikut terlibat, juga dihukum dari 5 tahun sampai 20 tahun.(waa)


Tulis Komentar Anda Disini