Aliansi Masyarakat Desa Samaenre saat membentangkan spanduk sebagai bentuk penolakan aktifitas tambang PT CNI, sebelum adanya pembebasan lahan milik warga. (Foto: asl/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, KOLAKA – Aliansi Masyarakat Desa Samaenre, Kecamatan Wolo, Kolaka, Rabu pagi (5/12) kembali menolak aktifitas tambang PT Ceria Nugraha Indotama.

Pasalnya sejak tahun lalu, masyarakat desa Samaenre belum juga mendapat kejelasan terkait pembebesan dan ganti rugj lahan warga yang telah digarap lebih dulu oleh PT CNI menjadi lokasi tambang.

Koordinator aksi, Saldi Yunus Nurdin mengungkapkan aksi tersebut merupakan bentuk protes susulan warga yang telah lama menunggu kepastian terkait pembebasan lahan.

“Tuntutanya masyarakat meminta jangan ada aktivitas yang terjadi diwilayah Desa Samaenre, karena sampai hari ini belum ada pembebasan lahan yang dilakukan oleh pihak PT Ceria terhadap lahan masyarakat, ” katanya saat dihubungi awak Okesultra.com.

Salah seorang warga, Febrian Akbar juga mengatakan tanggung jawab perusahaan terhadap pemenuhan hak-hak dasar masyarakat sekitar harus dilakanakan.

“Masyarakat menolak keras dengan adanya aktifitas tambang sebelum ada kesepatakan dengan pemilik lahan,” tambahnya.

Sambung Saldi, jika tuntutan tak kunjung terealisasi, pihak masyarakat mengancam melakukan blokade jalan yang dilintasi kendaraan tambang.

“Jika perusahaan tetap menerobos untuk masuk menambang maka kami dari Aliansi Masyarakat Desa Samaenre akan menutup dan melakukan pemblokiran jalan utama yang dilewati oleh PT Ceria Nugraha Indotama,” tegas Saldi.

Untuk diketahui, sebelumnya pada 5 Desember lalu, masyarakat Desa Samaenre juga telah melakukan aksi serupa terkait tak adanya perhatian perusahaan tambang soal transparansi rekrutmen karyawan dan akuisisi lahan oleh PT Ceria Nugraha Indotama.(asl)


Tulis Komentar Anda Disini