Massa APMP KONSEL saat melakukan aksi di dinas ESDM Sultra. (Foto: ZR/OKESULTRACOM).
Massa APMP KONSEL saat melakukan aksi di dinas ESDM Sultra. (Foto: ZR/OKESULTRACOM).
Massa APMP KONSEL saat melakukan aksi di dinas ESDM Sultra. (Foto: ZR/OKESULTRACOM).
Massa APMP KONSEL saat melakukan aksi di dinas ESDM Sultra. (Foto: ZR/OKESULTRACOM).

OKESULTRA. COM, KENDARI – Aliansi Pemberdaya Masyarakat Pesisir Konawe Selatan (APMP KONSEL), melakukan aksi di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (06/08/2018).

Aksi menuntut Dinas ESDM  untuk segera menghentikan sementara proses pertambangan yang dilakukan oleh PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang dilakukan di Desa Wonuakongga dan Torobulu, Kecamatan Laea, Konawe Selatan.

Kordinator lapangan aksi, Rinaldi mengungkapkan kondisi Desa Wonuakongga dan Desa Torobulu akibat aktivitas pertambangan sangat memprihatinkan.

“Saat ini kondisi dilapangan sangat rusak, dari apa yang saya lihat, sumber air warga saya duga kuat tercemar makanya sampel air akan kami uji di lap membuktikan bahwa air itu tercemar. Belum lagi penambangan dilakukan pas disamping jalan umum yang menjadi akses jalan satu satunya warga Desa Wonuakongga, “ucap Rinaldi.

Rinaldi menambahkan, bahwa berdasarkan survey lapangan yang dilakukan, banyak masyarakat yang tidak pernah diberitahukan bahwa tambang akan beroperasi di wilayahnya.

“Berdasrkan keputusan Kepala Bapedal no 8 tahun 2000 tantang Amdal seharusnya masyarakat dilibatkan aktif dalam proses sosialisasi masuknya tambang, tapi berdasarkan fakta yang saya temukan dilapangan, tahapan sosialisasi itu tidak dilakukan saya curiga Amdal PT WIN abal-abal, “tutur Rinaldi.

Lebih lanjut, berdasrkan hal tersebut, Rinaldi meminta dokumen Amdal dari PT WIN.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Mineral dan Batu bara (Minerba) dinas ESDM, Hasbullah mengaku kewenangan penertiban Amdal bukan ada pada mereka.

“Kalau Amdal itu urusan DLH kabupaten, kami hanya menerbitkan IUP berdasrkan dokumen Amdal yang ada, kalau mau minta dokumen Amdal silahkan ke DLH pasti ada di sana, “ucap Hasbullah.

Hasbullah menambahkan, bahwa pihaknya akan segera memberikan surat teguran kepada PT WIN untuk segera menormalisasi sumber air yang sudah sangat keruh dan dan sempadan jalan yang rusak akibat aktifitas pertambangan yang dilakukan dipinggir jalan.

Berdasrkan penjelasan Hasbullah, Jais yang juga merupakan masa aksi mengaku akan pergi ke DLH kabupaten Konsel untuk meminta dokumen Amdal yang ia menduga sangat sarat pemalsuan data.


Laporan: ZR
Publisher: Andise SL

Tulis Komentar Anda Disini

loading...