OKESULTRA.COM, KENDARI – Plt. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Trio Prasetyo diadukan ke Mapolda Sultra oleh Marlin atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukannya diakun media sosial (medsos).

Kuasa hukum pelapor, Azwar Anas Muhammad, SH mengunhkapkan bawha dugaan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik yang dilakukan Trio Prasetyo terhadap kliennya berawal pada percakapan di group WhatsApp (WAG) Pengprov Perkemi Sultra.

“Kami dari kuasa hukum Marlin menginginkan proses lidik yang dilakukan oleh pihak Ditreskrimsus sendiri menguatkan daripada dalil-dalil pelapor sendiri, yaitu dimana dalam resume pelapor telah terjadi bentuk penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap saudara Marlin sendiri,” kata Azwar, Selasa (8/102019).

Dijelaskannya, tindakan penghinaan yang dilakukan tersebut berasal dari percakapan yang menyertakan foto Marlin berseragam Porkemi, bahkan kliennya disebut murtad, dan pelapor juga dikatakan khilaf dan hilang kepercayaan diri.

“Artinya sangat disayangkan kepindahannya, padahal kan mereka tidak paham, dalam hal ini bahwa Porkemi itu adalah organisasi beladiri Kempo yang legal dan sudah mengantongi SK dari Kemenkumham,” jelasnya.

Sedangkan menurut Dodi, SH yang juga kuasa hukum pelapor menyatakan, kata murtad adalah bentuk penghinaan paling tercela yang dapat berdampak buruk bagi individu yang dikatakan murtad.

“Seharusnya dia (Trio, red) punya etika dalam menggunakan sosial media. Kalau menurut kami, murtad itu adalah penghinaan yang paling tercela, dalam agama orang dikatakan murtad itu bukan lagi orang Muslim, jadi itu penghinaan terbesar dan kami kuasa hukum tidak akan pernah bernegosiasi dengan terlapor, karena ini bukan hanya menyangkut pribadi tetapi ini adalah marwah sebagai organisasi Porkemi,” tegas Dodi.

Untuk itu, pihaknya berharap agar kepolisian bisa tegas dalam memproses kasus yang telah membawa dampak buruk terhadap individu Marlin dan organisasi Porkemi.

“Untuk itu, kami menginginkan proses hukum ini terus berjalan. Harus diproses sampai ke pengadilan, yang berakhir dengan pidana penjara,” tambahnya.

Untuk diketahui, Marlin mulai bergelut di dunia Kempo pada tahun 1996, awal mula karir Marlin dimulai dari organisasi Perkemi hingga akhirnya dengan alasan tertentu, Marlin memutuskan untuk pindah ke Organisasi Porkemi pada 19 Juli 2019.

Laporan: Iwan

Tulis Komentar Anda Disini