Aktivitas Penambangan. Foto: Ilustrasi

OKESULTRA.COM, JAKARTA – Barisan Muda Pemerhati Tambang Konawe Utara (Bapertam-Konut) kembali menyoroti aktivitas PT. Wanagon Anoa Indonesia yang diduga ilegal, pasalnya PT. Wanagon kembali melakukan aktivitas penambangan setelah diberhentikan oleh Dinas ESDM Sultra pada Desember 2018 lalu.

Koordinator Bapertam Konut, Oscar mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan PT. Wanagon diduga kebal hukum, pasalnya walaupun telah diberhentikan, PT. Wanagon masih melakukan aktivitasnya.

“Bukti dan dokumentasi terkait aktivitas ilegal PT. Wanagon telah kami miliki, jadi kami akan melaporkannya ke Kementerian ESDM dan Mabes Polri,” ungkap Oscar.

Dijelaskannya, Dinas ESDM Sultra tidak boleh berdiam diri dalam mengamati aktivitas ilegal PT. Wanagon, karena aktivitas yang dilakukan jelas melanggar aturan, serta terkesan menyepelekan tindakan pemberhentian yang dilakukan Dinas ESDM Sultra.

“Surat pemberhentian itu datang dari Dinas ESDM Sultra, jadi sangat salah jika aktivitas ilegal PT. Wanagon terus didiamkan,” jelasnya.

Aktivitas PT. Wanagon, lanjutnya, diduga telah dibekingi oleh oknum-oknum instansi terkait, pasalnya Bapertan Konut menilai perusahaan yang telah dihentikan, sejatinya tidak boleh lagi melakukan aktivitas yang sama, dan jika itu tetap dilakukan sama halnya dengan melanggar aturan yang ada.

“Kami juga telah mengantongi dokumen penjualan ore PT Wanagon yang ditenggarai menggunakan dokumen perusahaan lain, dan itu sangat melanggar aturan yang berlaku disektor pertambangan,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa pada Rabu (16/10/2019) mendatang Bapertan Konut bakal menggelar aksi unjuk rasa di Kementrian ESDM, MABES POLRI, KPK RI dan Kementrian Perhubungan RI untuk melaporkan aktivitas ilegal PT. Wanagon di Konut.

Laporan: Tim

Tulis Komentar Anda Disini