OKESULTRA.COM, KENDARI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menahan seorang pejabat Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berinisial AS.

AS diduga telah ikut serta melakukan tindak pidana korupsi penyaluran dana bantuan bergulir kepada Koperasi Haluoleo proyek tahun anggaran 2011 dengan total anggaran Rp. 10 miliar dan merugikan negara sebesar Rp. 2,3 miliar.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidikan hingga audit BPK, ditemukan adanya dugaan korupsi penerimaan bantuan dana bergulir, dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM), yang diperuntukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Haluoleo Kendari, tahun 2011-2013,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Kendari, Sopran Telaumbanua.

AS ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II A Kendari, setelah menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Kejari.

Sepeti diberitakan sebelumnya oleh Okesultra.com, Kejari Kendari, juga telah menahanan Ketua Koperasi Haluoleo, inisial MA, atas kasus yang sama.

Kasus dana bantuan bergulir ini, AS, bertindak sebagai pejabat berwenang, Kementerian Koperasi, dalam melakukan verifikasi penyaluran dana bergulir pada beberapa koperasi di Sultra.

AS, dijerat Pasal 2 dan 3, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, sebagai mana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Laporan: ZR
Editor: Aroel

Tulis Komentar Anda Disini