OKESULTRA.COM, KENDARI – PT. Intertek Utama Services yang merupakan salah satu surveyor dalam penetuan kadar ore diduga telah melakukan kecurangan yakni pengurangan kadar ore nikel milik PT. Citra Mandiri Tripilar (CMT).

Dugaan tersebut dilayangkan melalui surat somasi yang diterbitkan oleh Kuasa hukum PT. CMT yang meminta PT. Interek agar segera melakukan klarifikasi atas dugaan pengurangan kadar nikel, hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut), PT. CMT, Ignatius Hery Prasetyo.

“Kejadian ini sudah sangat lama, sejak tahun 2016 lalu, namun baru kali ini kami berani dan Kami telah melayangkan surat somasi dan meminta PT. Interek agar segera melakukan klarifikasi, namun hingga saat ini belum ada kejelasan,” ungkap Hery.

Sempat PT. Interek, lanjutnya, menyarankan untuk melakukan re-test terhadap kadar nikel dan disaksikan langsung oleh pihak PT. CMT, namun re-test belum sempat dilakukan oleh pihak PT. Interek dengan alasan sibuk.

“Saya sempat berkunjung ke PT. Interek untuk melakukan re-test sesuai saram mereka, namun setelah sampai disana saya tidak dihiraukan, jadi hingga saat ini kami belum melakukan re-test, karena pihak pemeriksa PT. Interek beralasan sedang sibuk,” jelasnya.

Atas tindakan PT. Interek yang dinilai semena-mena itu, lebih lanjut Hery, PT. CMT mengalami kerugian milyaran rupiah, dan ironisnya pihak pabrik tidak mau menggunakan surveyor lainnya.

“Pihak pabrik tidak mau menerima kalau bukan PT. Interek surveyornya, bayangkan saja jika degaradasi poinnya selalu dikurangi, misalkan degradasi poin ada yang 0,09 persen, dengan kata lain bisa sampai 9 sampai 10 poin, terparah ada dmpai 20 smpai 30 poin, 1 poin tergantung kontrak, paling tidak 1 poin itu stengah dollar, intinya kami rugi milyaran,” tegasnya.

Laporan : Iwan

Tulis Komentar Anda Disini