OKESULTRA.COM, KENDARI – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari terkait adanya laporan tentang banyaknya tempat usaha di Kota Lulo yang tidak memiliki Ijin Pengelolaan Air Limbah (IPAL) melibatkan beberapa pihak pengusaha seperti, Hotel, Rumah Makan, Apotek dan Rumah Sakit, serta Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Namun sangat disayangkan pada RDP tersebut masih terdapat pengusaha bandel dengan tidak menghadiri RDP, padahal sebelumnya telah disurati oleh pihak DPRD Kota Kendari. Salah satu usaha yang bandel dan menjadi sorotan DPRD Kota Kendari yakni Hotel Benua.

Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar mengungkapkan, masalah lingkungan merupakan masalah yang sangat penting, jadi seharusnya para pihak terlait yang telah diundang untuk RDP patut hadir dan menjelaskan masalah yang ditimbulkannya dalam mencemari lingkungan.

“Seharusnya yang hadir RDP ini, dengan pihak Hotel Benua, jadi tolong Ketua Komisi III menjadikan ini catatan penting untuk kita melakukan sidak langsung dan memeriksa IPAL Hotel Benua,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik menyatakan bahwa secepatnya akan dijadwalkan sidak ke Hotel Benua untuk memeriksa IPALnya.

“Karena pihak Hotel Benua tidak hadir di RDP, jadi kami akan turun langsung untuk memeriksa IPALnya, dan kami akan tindak tegas oknum-oknum yang bandel seperti Hotel Benu Benua ini,” terangnya.

Laporan: Iwan

Tulis Komentar Anda Disini