OKESULTRA.COM, LANGARA – Ribuan masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menolak hadirnya aktifitas pertambangan di daerah itu. Penolakan itu disampaikan warga dengan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Konkep pada Selasa (18/12/2018).

Alasanya cukup mendasar, warga khawatir hadirnya perusahaan tambang dapat memicu konflik sosial di masyarakat.

Belakangan, puluhan Izin Usaha Pertambangan (IUP) muncul di Konkep. Salah satunya yang ada di Desa Roko-Roko, Kecamatan Wawonii Tenggara, Konkep. Bahkan, perusahaan tersebut akan memulai aktifitasnya. Salah satunya adalah milik PT Gema Kreasi Perdana.

Warg menuntut agar Pemda dan DPRD Konkep segera mengeluarkan rekomendasi penolakan tambang dan pencabutan IUP aktif di Konkep, khususnya di Desa Roko-Roko.

Salah satu perwakilan massa aksi, Suyatno Gama mengatakan, seharusnya DPRD Konkep faham dampak yang akan dirasakan warga dengan hadirnya perusahaan pertambangan.

Ia menyebut, sejak hadirnya tambang di Desa Roko-Roko, konflik sosial disana sudah terjadi.

“Disana itu tidak lama lagi ada pertumpahan darah karena ini pertambangan, orang – orang disana sudah mau baku tarik parang,” ungkap Suyatno di depan Kantor DPRD Konkep.

Selain terjadinya konflik sosial, kata Rahmad yang juga perwakilan masa aksi mengatakan, di Desa Roko-Roko sudah seperti daerah perang, bagaimana tidak beberapa waktu lalu, datang segerombolan aparat Polisi bersenjata lengkap mengawal perusahaan

“Bahkan masyarakat yang hendak pergi kekebun harus di kawal dengan menggunakan senjata laras panjang,” katany.

“Senjata laras panjang di arahkan ke muka rakyat sedangkan di belakang ada pengusaha-pengusaha Cina. Pertemuan selanjutnya Pemda Konkep harus melibatkan juga pihak kepolisian dan TNI, karena disana dengan santainya Kepolisian lalu lalang menggunakan laras panjang di depan warga,” tambah Rahmad.

Pantauan Jurnalis Okesultra.com, tak hanya warga yang menolak tambang yang melakukan aksi, kelompok warga yanh pro tambang di Konkep juga melakukan aksi demonstrasi secara bersamaan.(A)


Laporan : Chand Ivhan
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini