OKESULTRA.COM, TIRAWUTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kolaka Timur (Koltim) menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan rokok dikalangan pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kecamatan Tirawuta, Selasa (4/12/18).

Sosialisasi itu gencar dilakukan Dinkes Koltim mengingat peredaran narkotika dan rokok di kala bahan pelajar makin mengkhawatirkan.

“Berdasarkan data dari BNN jumlah pengguna narkoba di Indonesia tahun 2017 mencapai 3,5 juta jiwa dimana 27 %, sementara data Kementerian Kesehatan perokok aktif di Indonesia sudah mencapai 60 juta orang, kebanyakan perokok aktif berasal dari usia 10 sampai 18 tahun, bahkan pada tahun 2016 mengalami kenaikan 8,8 % dan semakin bertambah setiap tahunnya,” jelas Kadis Kesehatan Koltim, Surya Hutapea.

Selain sosialisasi, lanjut Surya, Pemda Kolaka Timur juga membuat peraturan terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2017 tentang standar pelayanan minimal yang sudah disahkan dan dilaksanakan secara berkala. Hal itu terlihat dari hasil penilaian Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTAR) Kemenkes RI beberapa sekolah, instansi dan OPD di Koltim telah menerapkan KTR.

“Beberapa sekolah seperti SDN 1 Tawinalu, SDN 3 Ladongi, SMP 1 Ladongi, SMP 1 Tirawuta, SMP 1 Tinondo dan SMP 2 Loea, SMA 1 Tinondo dan Dikmudora telah menyelenggarakan KTR di instansinya masing-masing,” imbuh Surya.

Surya juga berpesan kepada orang tua dan guru untuk lebih proaktif dalam mengamati tingkah laku anak-anak mereka.

“Dengan adanya pengetahuan tentang bahaya Narkotika dan Rokok maka generasi muda akan berfikiran positif dan menghindari hal-hal tersebut, say no to drugs harus ditanamkan dalam hati para generasi muda dan masyarakat pada umumnya,” tutup Surya.(A)


Laporan : Andise
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini