OKESULTRA.COM, KONKEP – Tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) turun lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap aduan warga terkait pengrusakan dan pencemaran lingkungan yang dialamatkan kepada PT. Gema Kreasi Perdana (GKP) di Desa Sukarela Jaya Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Kehadiran Tim Gakkum tersebut disambut langsung oleh Direktur Operasional PT. GKP, Bambang Murtiyoso sembari menjelaskan bahwa PT. GKP tidak pernah melakukan pengrusakan apalagi pencemaran lingkungan seperti apa yang di laporkan.

“Perusahaan kami sangat komitmen akan good minning practice dan bagaimana mungkin kami melakukan pengrusakan lingkungan, sementara aktivitas untuk menambang saja belum,” ungkap Bambang, Selasa (17/12/2019).

Selain itu Bambang juga menjelaslan bahwa terkait perizinan PT. GKP telah lengkap seluruhnya, bahkan keseriusan PT. GKP sangat serius untuk berinvestasi di Konkep, hal itu dibuktikan dengan adanya penyaluran dana CSR PT. GKP dan sudah dinikmati oleh masyarakat.

“Keseriusan PT GKP untuk berinvestasi di kabupaten Konkep tentunya tidak main main, ini sudah dibuktikan dengan perekrutan ratusan tenaga kerja lokal, dimana hal ini tentunya sudah sesuai dengan nawa cita Presiden yakni menciptakan lapangan kerja,” jelas Bambang dihadapan Tim Gakkum KLHK.

Tak hanya itu, lanjutnya, beberapa program CSR PT GKP yang saat ini tengah berjalan dan menyentuh masyarakat yakni “desa terang” dimana program ini telah berhasil menerangi ratusan rumah warga lingkar tambang serta pembagunan tower Base Transceiver Station demi memenuhi kebutuhan internet warga.

Di tempat yang sama, Humas PT GKP, Amir Karim sangat mengapresiasi atas kehadiran tim GAKKUM dari kementrian lingkungan hidup dan kehutanan dimana kehadiran mereka bisa menyaksikan langsung sesuai kondisi yang terjadi di lapangan.

“Saya yakin tim dari GAKKUM akan melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional,” tuturnya.

Sementara itu Carles selaku perwakilan tim Gakkum dalam pertemuan dengan pihak perusahaan mengatakan Tujuan mereka datang untuk mengklarifikasi pengaduan dimana salah satu pengaduan bahwa PT. GKP diduga telah melakukan pencemaran lingkungan serta tidak memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan.

“Kehadiran kami untuk mengklarifikasi aduan warga terkait pencemaran dan pengrusakan lingkungan oleh PT. GKP, dan terkait dokumen perusahan telah diperlihatkan sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Oprasional PT GKP,” terangnya.

Laporan: TIM

Tulis Komentar Anda Disini

loading...