TKA, TKA Cina, Morosi, Konut
Ilustrasi, TKA yang bekerja di pertambangan Morosi, Konawe Utara (Foto: Inet)
TKA, TKA Cina, Morosi, Konut
Ilustrasi, TKA yang bekerja di pertambangan Morosi, Konawe Utara (Foto: Inet)

OKESULTRA.COM, KENDARI – Setidaknya ada 927 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok, Cina yang bekerja di sektor pertambangan yang berada di Sulawesi Tenggara (Sultra), dan terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra.

Menurut Kepala Disnakertrans Sultra, Saemu Alwi, TKA asal Tiongkok ini paling banyak bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry dengan jumlah mencapai 632 orang dan yang lainnya tersebar di beberapa perusahaan pertambangan yang ada di Sultra.

“Dari data yang kami miliki, jumlah tenaga kerja asing di Sultra per 6 April 2018 berjumlah 927 orang. Mereka bekerja di 20 perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara,” kata Saemu seperti dikutip dari laman iNews.

Kata Saemu jika masyarakat Sultra menyaksikan ratusan WNA yang setiap hari masuk ke Sultra, melalui Bandara Halu Oleo, itu bukan saja TKA yang bekerja di perusahaan-perusahaan tambang di Sultra, tetapi juga merupakan TKA yang akan bekerja di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Sebagian ada juga yang bekerja di perusahaan PT IMIP di Morowali, sebab akses terdekat menuju Morowali adalah melalui Kendari,” kata Saemu.

Saemu mengatakan bahwa pihaknya dalam hal ini Disnakertrans Sultra hanya melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja asing, karena itu terkait izin penggunaan tenaga kerja asing (IMTA), yang harus sesuai dengan izin penggunaan tenaga kerja asing. Sementara untuk kelengkapan tenaga kerja seperti paspor dan visa itu wewenang Imigrasi.

Dari penelusuran redaksi Okesultra.com, hampir setiap hari TKA asal negeri tirai bambu ini terlihat kedatangannya di bandara Halu Oleo, dan ini cukup menyita perhatian masyarakat nitizen Sultra.

Laporan : Andise

Tulis Komentar Anda Disini