DPRD Muna saat menggelar hearing bersama Asisten I Pemda Muna, Inspektorat, DPMD Muna, Kepala Pos Polisi Kontukowuna dan Camat Kontukowuna, Jumat (8/2/2019). (Foto: ars/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, RAHA – Unjuk rasa menuntut pemecatan Camat Kontukowuna di DPRD Kabupaten Muna akhirnya direspon, setelah tergelar dua kali.

DPRD Muna menggelar hearing bersama Asisten I Pemda Muna, Inspektorat, DPMD Muna, kepala Pos Polisi Kontukowuna dan Camat Kontukowuna, Jumat (8/2/2019).

Hasil hearing mencuatkan keraguan dewan atas tuntutan pendemo, sebagaimana diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Muna, Awal Jaya Balombo.

“Mencopot Camat adalah kewenangan Bupati, langkah pemerintah Kecamatan Kontukowuna selama ini sudah dijalankan dengan baik. Hal itu kami apresiasi,” tegas pria yang akrab disapa Aceng ini.

Awal menilai hal yang disampaikan pendemo bertolak belakang dengan hasil hearing. Sebab penjelasan dari Pemerintah Kecamatan dan Kapospol termasuk pula pula Camat Kontukowuna, La Bama, dinilai telah bekerja sesuai dengan aturan dan tetap bersinergi dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Sebelum aksi dilaikukan, kami sudah berkordinasi bersama Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda beserta pihak Kepolisian. Bahkan kami sudah membangun Pos Keamanan untuk menjaga Kamtibmas dari orang yang sering meresahkan masyarakat,” tutur Bama.

Atas itu pihak DPRD pun merasa tuntutan pendemo untuk memecat Camat dianggap janggal hanya alasan Camat Kontukowuna dianggap kurang bersinergi dengan masyarakat.

Untuk diketahui, sebelumnya terjadi aksi menuntut mundurnya Camat Kontukowuna, massa aksi yang berjumlah 15 orang tersebut menyoal Kamtibmas diwilayah tersebut bergejolak akhir-akhir ini serta menuntut Camat mundur karena tidak mampu membendungnya. Belakangan diketahui, beberapa masyarakat geram dengan aksi tersebut, hingga bentrok dapat dihindari, hal ini berkat langkah persuasif dari Kepolisian Sub Sektor Kontukowuna bersama pemerintah kecamatan.(ars)


Tulis Komentar Anda Disini