OKESULTRA.COM, KENDARI – Dua anggota Polda Sultra yang menjadi terdakwa penganiayaan dan pembunuhan terhadap Bripda Faturahman, masing – masing adalah Bripda Fikar dan Bripda Fislan direkomendasikan untuk dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat.

“Pihak Bid Propam Polda Sultra sudah melakukan sidang kode etik, dan hasil sidang kode etik adalah merekomendasikan untuk dilakukan PTDH terhadap dua pelaku,” jelas Kasubbid Penmas Polda Sultra, Kompol Agus Mulyadi, kepada wartawan dikantornya, Senin (4/2/2019).

Agus menceritakan, ada upaya banding yang dilakukan oleh kedua pelaku, namun upaya banding itu ditolak dan keputusannya tetap dilakukan PTDH.

Perwira dengan satu bunga dipundak itu menjelaskan bahwa berkas rekomendasi PTDH terhadap dua terpidana itu kini sudah berada di SDM Polda Sultra dan selanjutnya akan diteruskan ke Kapolda untuk ditanda tangani.

“Sekarang tinggal menunggu tanda tangan Bapak Kapolda,” kata Agus.

Ia mengatakan bahwa pihak Polda Sultra serius menangani kasus ini. Kasus ini juga, lanjut dia, mendapat atensi khusus dari Bapak Kapolda.

“Bapak Kapolda bahkan memerintahkan khusus agar kasusnya diseleseikan dengan cepat,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, seorang anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) meninggal dunia setelah dianiaya dua seniornya di barak Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Polda Sultra pada Senin (3/9/2018).

Anggota Polda Sultra tersebut yakni Brigadir Dua (Bripda) Muh. Fathurrahman Ismail. Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya pukul 01.40 Wita di Rumah Sakit Abunawas. (waa)

Tulis Komentar Anda Disini