OKESULTRA.COM, KENDARI – Salah seorang Narapidana (Napi) kasus terorisme jaringan Santoso, Nur Cholid bebas murni setelah menjalani sisa hukuman di Lapas Kelas II A Kendari, pada Rabu (27/11/2018) pagi.

Sebelumnnya, Nur Cholid ditangkap Densus 88 di Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 25 Mei 2015 lalu. Nur Cholid kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Nur Cholid lalu ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, sebelum akhirnya dipindahkan ke Lapas Kelas II A Kendari pada awal 2017 untuk menyeleseikan masa tahannya selama 1 tahun 11 bulan.

Kepala Lapas Kelas II A Kendari, Abdul Samad Dama kepada Okesultra.com membenarkan pembebasan napi teroris tersebut.

“Yang bebas tadi itu, napi teroris yang beralamat di Poso, disini dia menjalani sisa tahanan 1 tahun 11 bulan dari dari 3 tahun 6 bulan,” jelasnya.

Samad mengatakan, siapapun yang telah menjalani hukuman tentu mempunyai hak untuk bebas, meskipun yang bersangkutan adalah pelaku terorisme.

“Karena yang bersangkutan sudah dinyatakan bebas murni, maka yang bersangkutan bisa pulang ke keluarganya ,” katanya.

Informasi yang dihimpun Okesultra.com, pelaksanaan bebas murni disaksikan langsung Kalapas kelas IIA Kendari Drs Abdul samad dama MSi, Ketua FKPT Sultra Drs KH Muslim MSi, Kasi Pembinaan Lapas Kelas IIA Kendari,  KPLP Lapas Kelas IIA Kendari Teja Iskandar SH.

Nur Cholid dijemput Densus 88, Satwil Sulut , Sulteng dan Gorontalo yang melakukan pengawalan sampai eks napi teroris tiba di kediamannya di Palu. (A)


Laporan : Andise SL
Editor     : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini