Fatmawati Faqih Dituntut 7 Tahun Bui di Kasus Suap Ayah-Anak
Terdakwa kasus suap pengadaan barang dan jasa Pemkot Kendari, Sulawesi Tenggara Fatmawati Faqih bersiap menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). (Foto: Istimewa)
Fatmawati Faqih Dituntut 7 Tahun Bui di Kasus Suap Ayah-Anak
Terdakwa kasus suap pengadaan barang dan jasa Pemkot Kendari, Sulawesi Tenggara Fatmawati Faqih bersiap menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). (Foto: Antara)

OKESULTRA.COM, JAKARTA – Mantan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kota Kendari, Fatmawati Faqih menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018) sebagai terdakwa dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kota Kendari.

Fatmawati merupakan orang kepercayaan Asrun dan Adriatma. Bahkan Fatmawati juga tim pemenangan Asrun yang maju Cagub Sultra dengan mengumpulkan dana kampanye dari rekanan pengusaha.

“Fatmawati minta Hasmun menyiapkan dana Pilgub Sultra butuh biaya banyak dan Hasmun menyanggupinya,” kata jaksa KPK seperti dikutip dalam laman Detikcom.

Fatmawati disebut jaksa meminta Hasmun untuk memberikan komitmen fee sebesar 7 persen terhadap dua proyek yang dikerjakan. Proyek yang dikerjakan Hasmun diminta memberikan fee Rp 2 miliar.

Fatmawati diyakini jaksa menerima uang suap Rp 6,8 miliar, olehnya dituntut oleh jaksa KPK dengan 7 tahun penjara ditambah denda Rp. 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Fatmawaty Faqih terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata jaksa KPK Ali Fikri dalam pembacaan tuntutannya.


Laporan: AR

Tulis Komentar Anda Disini