Benda-Benda Pusaka yang ditemukan warga Tongkuno, Kabupaten Muna (Foto : Denis/Okesultra.com)

OKESULTRA.COM, RAHA – Warga Desa Oempu, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) dihebohkan dengan penemuan diduga benda pusaka jenis badik, keris dan tongkat di sekitar pantai Walengkabola pada Kamis (28/06/2018) lalu.

Adalah Harudin yang berprofesi sebagai tukang bengkel yang menemukan benda-benda itu. Ia mengungkapkan, ia menemukan benda-benda benda pusaka itu berawal saat ia pergi berbelanja ke pasar.

“Pagi itu rencananya mau ke pasar, saya menyusuri pantai dan tanpa sengaja menemukan satu buah tongkat, keris tiga buah dan sebuah badik,” kata Harudin.

Usai menemukan benda- benda tersebut, kemudian Harusin membawanya kerumah dan memberitahukan kepada warga masyarakat disekitar rumah. Tak lama kemudian, Kepolisian Sektor Tongkuno pun datang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Oempu, Safar, mengungkapkan bahwa saat benda yang diduga benda pusaka ini ditemukan ia sementara tidak berada di Desa Oempu.

“Saat itu saya berada diluar Kota, warga yang menghubungi saya via telpon tentang penemuan barang ini, saya kemudian menghubungi Kepala Kepolisian Sektor Tongkuno untuk mengamankan barang tersebut, agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan,” katanya.

Saat ia melihat jenis besinya, kata Safar, ia mengatakan bahwa benda itu terbuat bukan dari besi biasa, jenis besi yang dibuat, lanjut Safar, dari pamor dicampur dengan besi kuningan.

“Perkiraan saya ini pasti sudah berumur ratusan tahun,” katanya.

Safar melanjutkan, penemuan ini merupakan yang pertama kali di Desanya. “Semoga ini merupakan pertanda yang baik, karna sudah sekian lama masyarakat selalu melewati jalan tersebut dan tidak pernah ada tanda-tanda buruk sampai saat ini,” sambungnya.

Safar menghimbau kepada semua pihak untuk tidak mempolemikan penemuan ini dan bisa menimbulkan suasana kegaduhan dimasarakat. “Saya yakin barang ini muncul merupakan petanda baik kepada Desa Oempu secara khusus dan Muna pada umumnya,” tutupnya.

Laporan : Dennis
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini