pt vdni, morosi, tambang, virtue
Deputy Brand Manager PT VDNI, Ahmad Hairillah Wijdan (Foto : Wiwid/Okesultra.com)
pt vdni, morosi, tambang, virtue
Deputy Brand Manager PT VDNI, Ahmad Hairillah Wijdan (Foto : Wiwid/Okesultra.com)

OKESULTRA.COM, MOROSI – Pihak PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat pemblokiran jalur holling yang dilakukan warga Morosi, Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, pada Jumat (11/5).

“Ya pasti rugi lah pak, pokoknya puluhan juta,” jelas Deputy Brand Manager PT VDNI, Ahmad Hairillah Wijdan kepada wartawan.

Ahmad menambahkan, akibat pemblokiran tersebut, beberapa aktifitas perusahaan seperti pengangkutan ore nikel dan pemuatan batu bara terhenti.

“Banyak aktifitas tambang terhenti akibat pemblokiran ini,” katanya.

Ahmad mengatakan masih melakukan mediasi dengan warga yang melakukan pemblokiran.”Kita temui warga, apa yang menjadi tuntutanya kita ajak untuk bicarakan baik-baik, bukan melakukan pemblokiran,” jelasnya.

Namun, jika mediasi menemui jalan buntu dan warga tetap melakukan pemblokiran, maka pihak perusahaan akan menuntut kepada perusahaan.

“Ini lahan sudah dibebaskan, berarti sekarang jalan ini hak kami. Jika ada tuntutan bicara baik-baik, jangan melakukan penutupan, jika masih melakukan penutupan terpaksa kami juga menuntut ke Polisi,” tegasnya.

Sebelumnya, Beberapa warga Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe memblokir jalur holling milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) pada Jumat (11/5).

Beberapa warga itu melakukan pemblokiran sekitar 2 jam. Pantauan Okesultra.com di lokasi, beberapa kendaraan milik PT VDNI tertahan di jalur holling, akibatnya terjadi kemacetan sekitar 1 km.

Menurut salah seorang warga yang melakukan pemblokiran, Alimuddin, warga menuntut agar pihak perusahaan membayar dana kompensasi tambak dan ganti rugi lahan seluas 1,3 hektar.

Laporan : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini