OKESULTRA.COM, KENDARI – Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2019, pihak-pihak terkait akan melakukan pengawasan peredaran bahan pangan dengan lebih ketat.

Hal itu dinyatakan oleh Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas saat menghadiri
Pertemuan Advokasi Lintas Sektor dalam rangka Jejaring Keamanan Pangan Daerah dan Sinergitas Pengawasan Obat dan Makanan yang digelar BPOM Kendari, Kamis (6/12).

“Insya Allah bersama BPOM, kami akan melakukan pengawasan di lapangan. Meskipun ini program nasional tapi jangan sampai pangan ini tidak aman, semua produknya harus halal dan baik, tidak expired (kadaluarsa, red),” ucap Wagub.

Lukman mengharapkan agar pemkab dan pemkot benar-benar aktif mengawasi peredaran pangan di wilayahnya dengan terpadu bersama kepolisian.

“Perencanaannya harus cermat, pelaksanaan harus tepat, dan pengawasan harus ketat,” imbuh Lukman.

Sementara itu, Kepala BPOM Kendari, Leonard Duma mengakui jika pertemuan yang digelar ini untuk memperkuat jejaring keamanan pangan sekaligus evaluasi dan perkuatan pengawasan obat dan makanan baik ditingkat provinsi maupun kabupaten kota se-Sultra.

Menurut Leo, pasca diterbitkannya Permendagri Nomor 41 tahun 2018 tentang peningkatan koordinasi pengawasan obat dan makanan, semua pihak terkait diintruksikan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan di wilayah masing-masing.

“Karena sesuai inpres Nomor 3 tahun 2017 tentang peningkatan pengawasan obat dan makanan, beberapa lembaga dan kementerian diinstruksikan untuk penguatan dalam hal pengawasan dan kepada pemprov dan pemkot serta pemkab diinstruksikan untuk mengkoordinir pengawasan di wilayah masing-masing,” ucap Leo.

Dirinya mengharapkan ada sinergitas antara BPOM dan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan. Karena sejak era otonomi daerah, banyak kewenangan yang dilimpahkan kepada daerah.

Namun, menurut Leo, hal itu tentunya membutuhkan dukungan anggaran karena jika tanpa anggaran, pihanya mengaku akan sulit bergerak.(A)


Laporan: Ronal

Tulis Komentar Anda Disini