Jelang Penugasan, Ratusan Prajurit Yonif 725/Wrg Diberi Pelatihan Psikologi

105
Tim Dispsiad saat berbincang-bincang dengan para pewarta (foto: Ronal/Okesultra.com)

OKESULTRA.COM, KENDARI – Jelang penugasan pengamanan perbatasan, ratusan prajurit Bataliyon Infanteri (Yonif) 725/Woroagi mendapatkan pelatihan psikologi.

Sebanyak 450 prajurit mendapatkan pembekalan psikologi dari Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad) selama sepekan di Mako Yonif 725/Wrg terhitung mulai tanggal 9 Agustus 2018.

Kepala Lembaga Pemeliharaan Psikologis, Dinas Psikologis Angkatan Darat (Dispsiad), Kolonel CAJ Rokhmi Hanyanai mengatakan, pemberian pelatihan psikologi ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan psikologi para prajurit sebelum diberangkatkan menuju medan penugasan.

“Kegiatan ini terkait dengan penyiapan psikologi prajurit Yonif 725 dalam rangka melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan di Papua nantinya,” ungkap Kolonel CAJ Rokhmi saat ditemui pada Kamis (9/8) pagi.

Rokhmi menambahkan, pembekalan psikologi ini sangat penting bagi prajurit. Sebab, nantinya prajurit tidak hanya akan berhadapan dengan kelompok separatis bersenjata, melainkan juga berhadapan dengan diri mereka sendiri.

Kepala Seksi Pasca Penugasan Dinas Psikologi Angkatan Darat, Mayor Inf Eka Agus Indarta yang turut memberikan pembekalan mengatakan, pembekalan bagi prajurit berkaitan dengan kecerdasan, kepribadian dan penyesuaian ketika sudah bertugas, serta pemberian motivasi.

“Dari 450 prajurit ini akan kita lihat lagi apakah siap atau tidak layak untuk berangkat. Kalau memang belum layak, tidak akan kita berangkatkan ke Papua,” jelasnya.

Selain itu, imbuh Eka, pemberian pembekalan tidak hanya berlaku untuk para prajurit, namun juga bagi istri-istri mereka.

“Ibu-ibu persit juga kita berikan pembekalan, agar dikemudian hari tak ada permasalahan yang bisa saja menganggu suaminya bertugas. Sebab, keberhasilan suami dalam bertugas, salah satunya datang dari istrinya,” ungkapnya.

Di lain pihak, Komandan Yonif 725/Wrg, Letkol Inf Hendry Ginting berharap, pembekalan diterima prajuritnya dari Dispsiad bisa lebih menumbuhkan rasa kekompakkan dan kesatuan diantara prajurit.

“Semoga dengan ini mereka lebih kompak dan menyatu, sehingga apapun tugas yang dihadapi dapat meraih hasil yang lebih baik,” pungkasnya.


Laporan: Ronal Fajar