OKESULTRA.COM, KENDARI – PT. Gema Kreasi Perdana (GKP) laporkan oknum yang mengikat dan melakukan tindak kekerasan terhadap 10 karyawannya saat terjadi penyekapan beberapa waktu lalu. Humas PT. GKP, Marlion mengaku, laporan tersebut dilayangkan ke Mapolda Sultra.

Pernyataan Marlion diperkuat dengan tanda bukti lapor nomor: TBL/272/VIII/2019/SPKT Polda Sultra. Dalam lembaran tersebut dijelaskan, bahwa Marlion telah melayangkan pelaporan dengan nomor: LP/423/VIII/2019/SPKT Polda Sultra, pada 24 Agustus 2019.

Laporan tersebut terkait tindak pidana perampasan kemerdekaan terhadap seseorang, sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 333 KHUP.

Lebih lanjut, Marlion mengatakan, langkah hukum yang ditempuh pihaknya merupakan bentuk perlindungan perusahaan terhadap karyawan. Sebab, tindakan para oknum dinilainya sudah tidak berprikemanusiaan dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Semuanya kami percayakan kepada aparat kepolisian,” ujar Marlion, Rabu 28 Agustus 2019.

Menurut dia, selain mengikat para operator alat berat tersebut, oknum-oknum itu juga melakukan tindakan kekerasan berupa pemukulan dan melayangkan tendangan.

Marlion menerangkan, 10 karyawan PT. GKP diperlakukan seperti teroris. Tak hanya tindakan kekerasan, cacian juga dilontarkan.

“Karyawan ini kan tidak salah. Mereka hanya bekerja untuk membiayai kehidupan keluarganya, tapi mereka diperlakukan seperti penjahat,” katanya.

Untuk itu, Marlion berharap, agar pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku penyekapan dan tindak kekerasan, sehingga memberikan rasa keadilan bagi karyawan PT. GKP yang mengalami kekerasan tersebut.

Marlion menambahkan, berdasarkan video yang diterima oleh pihaknya, pelaku tindak kekerasan terhadap 10 karyawan perusahaan tambang milik Harita Group ini, bukanlah pemilik lahan yang dilalui jalan hauling perusahaan.

“Kalau kita lihat di video itu, yang memukul itu bukan pemilik lahan,” ucapnya.

Laporan : Iwan

Tulis Komentar Anda Disini