OKESULTRA.COM, JAKARTA – Kasus dugaan ilegal mining yang diduga dilalukan oleh PT Babarina Putra Sulung direspon oleh Kementrian ESDM RI.

Menurut staf bagian Hubungan Kelembagaan, Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM RI, Rizal, kasus dugaan ilegal mining yang diduga dilakukan PT Babarina akan segera disampaikan ke Menteri ESDM Sultra, Ignasius Jonan.

“Secepatnya kejadian ini akan kami sampaikan kepada pak Menteri, karena ternyata perusahaan itu masih beroperasi,” jelas Rizal.

Sebelumnya, PT Babarina diadukan Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (Forsemesta) Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan melakukan aksi unjuk rasa di Kementerian ESDM RI, di Jakarta.

Menurut Koordinator Formesta Sultra, Muhammad Ikram Pelesa, PT Babarina menipu negara dengan melakukan aktifitas pertambangan hanya dengan mengantongi izin tambang batuan.

“Kami meminta agar ESDM memberikan sanksi pencabutan IUP PT Babarina Putra Sulung karena melakukan kejahatan lingkungan dan ilegal mining,” kata Ikram.

Tak hanya diadukan ke Kementrian ESDM, Formesta Sultra juga akan membawa kasus ini ke Baharkam Mabes Polri dan KPK.

“Selanjutnya kami akan melaporkan persoalan ini ke Baharkam Mabes Polri untuk ditindak lanjuti atas perambahan hutan lindung dan penambangan Ilegal, kemudian ke KPK RI Untuk penggelapan pajak negara,” tegasnya.

Untuk diketahui, PT Babarina Putra Sulung adalah perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kabupaten Kolaka.(waa)


Tulis Komentar Anda Disini