OKESULTRA.COM, KENDARI – Keluarga dan Pemuda Pemerhati Hukum (PPH) Sultra meminta agar Kapolda Sultra segera memecat pelaku pembunuhan terhadap Bripda Faturahman, yaitu Bripda Fikar dan Bripda Fislan agar segera diberhentikan tidak dengan hormat.

Hal itu disampaikan keluarga Bripda Faturahman dan PPH Sultra dengan melakukan unjuk rasa di Mapolda Sultra, Senin (4/2/2019).

Koordinator aksi, Yogi mengatakan,  dalam kode etik Kepolisian yang diatur dalam undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, seharusnya Polda Sultra sudah melakukan upacara pemecatan dengan tidak hormat (PTDH) setelah dijatuhkan hukuman.

“Namun kini seakan ditutupi dan tidak ada kejelasan mengenai pemecatan tersebut,” katanya.

Dalam orasinya, masa juga menyebut bahwa sidang kode etik terhadap dua personil Polda Sultra itu sudah digelar. Namun, baik keluarga maupun masayrakat tak mendapatkan kejelasan atas vonis tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, seorang anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) meninggal dunia setelah diduga dianiaya dua seniornya di barak Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Polda Sultra pada Senin (3/9/2018).

Anggota Polda Sultra tersebut yakni Brigadir Dua (Bripda) Muh. Fathurrahman Ismail. Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya pukul 01.40 Wita di Rumah Sakit Abunawas.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, dua penganiaya korban itu diidentifikasi bernama Bripda Z dan Bripda F. Keduanya adalah senior Bripda Muh. Fathurrahman Ismail.(waa).

Tulis Komentar Anda Disini