OKESULTRA.COM, KENDARI – Dalam rangka mengembangkan konsep pembelajaran berbasis lingkungan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik asal Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) penempatan lokasi di Kelurahan Toronipa, Kecamatan Soropia, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar workshop.

Tak hanya itu, mahasiswa bersama lima dosen pembimbing menginisiasi pelatihan tindakan kelas (PTK) saat KKN dilakukan Agustus 2019. Pelatihan ini juga mengundang guru-guru sekolah baik, SMP dan SMA se Kecamatan Soropia.

Koordinator Kelurahan Mahasiswa KKN Tematik UHO di Toronipa, Suardin mengungkapkan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas mengajar para guru yang ada di Kecamatan Soropia, pasalnya kegiatan ini berkaitan dengan kurikulum 2013 (K-13) yang telah diterapkan di sekolah.

“Kegiatan ini kami harapkan mampu melahirkan guru-guru yang berkompeten dalam proses pengajaran di sekolah sehingga siswa dapat mengerti dengan apa yang diajarkan oleh guru melalui kurikulum 2013 ini,” ungkapnya, Sabtu (24/8/2019).

Selain itu Ketua Koordinator Dosen Pembimbing, Surdin menyatakan bahwa pembelajaran kontekstual sendiri adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata yang ada di lingkungan siswa. Ini juga dapat mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelatihan ini dilatarbelakangi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sultra, mengingat hasil akreditasi 2018, rapor mutu pendidikan di Sultra berada diurutan ke 31 dari 34 provinsi di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi lembaga pendidikan di Sultra, mengingat angka 31 merupakan angka terpuruk,” ungkap Surdin.

Ditempat yang sama salah seorang guru yang mengikuti pelatihan tersebut Awaludin Sadli dari MTS Bahrul Mubarak Toronipa menilai agenda itu sangat baik, pasalnya memberikan banyak manfaat terutama pada tenaga pendidik khusunya di wilayah Kecamatan Soropia.

“Terutama dalam hal pengembangan kurikulum serta dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada pendekatan kontekstual memanfaatkan potensi lingkungan sekitar,” beber Awaluddin Sadli.

Laporan : Iwan

Tulis Komentar Anda Disini