OKESULTRA.COM, KENDARI – Keharmonisan pasangan Ali Mazi – Lukman Abunawas koyak diterjang badai pasca dilakukannya mutasi dan rotasi 42 jabatan administrator atau eselon III di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra oleh Gubernur Ali Mazi pada Senin (7/9/2019) lalu.

Pemicunya adalah, Lukman Abunawas yang berstatus sebagai Wakil Gubernur seperti dianggap tak ada. Lukman bahkan mengaku tak dilibatkan dalam proses bongkar pasang pejabat itu. Parahnya lagi, Lukman pun tak diundang dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah para pejabat itu.

“Betul, kemarin saya tidak diundang dan ada kesan sarat kepentingan, sebaiknya libatkan Wagub,” ungkap Lukman seperti dilansir oleh Tenggaranews.com pada Selasa (8/1/2019).

Mantan Bupati Konawe dua periode itu menyebut Gubernur Ali Mazi mengkhianati komitmen yang telah mereka bangun sebelumnya saat mereka memustuskan untuk maju mencalonkan diri Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra periode 2018-2023.

“Sesuai komitmen yang disepakati waktu itu, urusan birokrasi akan ditangani oleh Wagub, meskipun keputusan tertinggi ada pada Gubernur. Sedangkan urusan pemerintahan dan investasi ditangani oleh Gubernur Sultra,” imbuhnya.

Lukman mengaku dirinya sangat kecewa dengan sikap Ali Mazi yang mengkhianati komitmen awal yang telah mereka bangun.

“Itu janji Pak Ali Mazi setiap kampanye serta pertemuan dengan keluarga-keluarga besar. Boleh tanya para tokoh-tokoh masyarakat tim inti AMAN (Ali Mazi-Lukman Abunawas). Jadi, saya sangat kecewa dengan perlakuan Pak Ali Mazi yang tidak komitmen ini,” pungkasnya.(jar/a)


Tulis Komentar Anda Disini