Pakar Komunikasi Politik Sultra, Muh Najib Husain. (Foto: asl/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, KENDARI – Pengajuan nama calon wakil Wali Kota Kendari nampaknya masih menjadi bola panas, tarik-menarik dan lobi politik yang berjalan alot antara partai pengusung utamannya PAN dan PKS masih terjadi.

Hal tersebut tentunya mendapat atensi dari berbagai pihak tak terkecuali Pakar Komunikasi Politik Muh. Najib Husein, akademisi dari Fisip UHO ini menilai secara etika politik, PAN mestinya mendapat slot dukungan pengajuan nama pendamping Sulkarnain.

“Apa salahnya kalau kemudian wakilnya nanti bisa dari PAN, terlepas siapa yang akan terpilih, itu kita kembalikan ke PAN sendiri bagaimana mengodok orang-orangnya, kalau itu terjadi tidak perlu ada gontok-gontokan seperti di Jakarta, tak perlu lagi terjadi di Kendari,” terang Najib saat temui awak media, Selasa (26/2/2019).

Lanjutnya, mengisi kekosongan wakil wali kota menjadi hal yang lebih penting untuk menjunjang kerja dari walikota dalam rangka melanjutkan prioritas pembagunan di Kota Kendari.

“Perlu ada wakil wali kota untuk bisa bekerjasama dengan wali kota untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Kota Kendari, akhirnya apa yang terjadi semua energi kita curahkan untuk mencari siapa sebenarnya yang menjadi wakil,” tambahnya.

Najib menyebut secara historis, PAN dan PKS di Kendari khusunya selama 10 tahun terakhir berjalan beriringan dan langgeng dan ia pun optimis kedua partai tersebut dapat menyelesaikan hal tersebut secara internal.

“Kita liat dari jamanya pak Musaddar itu berjalan langgeng tidak terjadi konflik dimana-mana, kenapa kemudian hal-hal seperti itu tidak kita lanjutkan pada periode berikutnya,” ujar Ketua Konsentrasi Prodi S2 Ilmu Komunikasi Universitas Halu Oleo ini.

Ia memprediksi jika kedua partai tersebut tak menemui titik temu dalam mengusung nama sebagai orang nomor dua di Kendari, maka akan lahir gerbong baru yang akan mengacaukan konstalasi politik.

“Itu sebenarnya yang tidak kita inginkan dan itu harus ada kedewasaan dari PAN dan PKS dalam menyelesaikan persoalan ini, catatan sepuluh tahun menjadi catatan yang cukup bagus,”

Najib Husein juga mengatakan jika perseteruan terus terjadi maka akan berdampak dan berakumulasi pada suara pemilih dalam pileg mendatang.

“Menurut saya jika ini tetap dilanjutkan akan berpengaruh pada suara-suara para caleg sebenarnya baik caleg PAN maupun PKS, dua-duanya harus legowo dan bekerja sama,” tutup Najib

Untuk diketahui, sebelumnya terjadi perseteruan antara PAN dan PKS dalam pengajuan wakil wali kota, pasca Sulkarnain naik tahta sebagai wali Kota Kendari menggantikan ADP, Partai besutan Zulkifli Hasan ini bersikap jatah wakil wali kota adalah miliknya setelah jatah wali kota beralih ke PKS, sedang masih PKS mengganggap memiliki hak dalam mengusulkan nama calon wakil wali kota.(asl)


Tulis Komentar Anda Disini