Perwakilan Gerakan Muda Peduli Demokrasi dan Keadilan Indonesia (GMPDKI) , Darton. (Foto: Faat/OKESULTRACOM).
Perwakilan Gerakan Muda Peduli Demokrasi dan Keadilan Indonesia (GMPDKI) , Darton. (Foto: Faat/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, WANGI-WANGI – Perwakilan Gerakan Muda Peduli Demokrasi dan Keadilan Indonesia (GMPDKI) Darton, akhirnya melakukan kunjungan ke Bawaslu Sultra, pada Jumat(5/10/18) terkait keputusan KPUD Wakatobi yang diduga menyalahi aturan ketika menetapkan 7 orang Daftar Calon Tetap (DCT) sebagai konstetan dipemilihan legislatif 2019 mendatang.

Diketahui bahwa ke 7 konstetan tersebut yakni Muhammad Ali, H. Hamirudin, Sukardi, Badalan, Ariati, Sutomo, dan H. Muksin, belum mengantongi SK pemberhentian dari pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara.

Darton juga mengungkapkan, bukan kinerja KPUD Wakatobi saja yang mereka sesalkan, tetap mereka juga kecewa terhadap Bawaslu Wakatobi yang seakan melakukan pembiaran terhadap kondisi tersebut.

“Saya tidak mungkin sampai hadir ke kantor Bawaslu Sultra kalau kinerja Bawaslu Wakatobi bekerja dengan baik. Hari ini, saya hanya sekedar mengambil formulir pengaduan. Dan kemungkinan, pada Selasa (9/10) saya akan melakukan kunjungan kembali ke Bawaslu untuk meminta penjelasan terkait persoalan ini,” jelasnya.

“Kondisi ini sangatlah berbahaya. Dan saya berharap, Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) bisa memberikan sanksi keras kepada Ketua dan Anggota KPUD Wakatobi, serta kepada Bawaslu Wakatobi untuk diberhentikan secepat mungkin, karena sudah sangat melanggar hukum yang berlaku” Tegasnya.

Darton juga menegaskan, kalau ke-tujuh nama tersebut tidak didiskualifikasi, dan pengurus KPUD serta Bawaslu Wakatobi tidak diberhentikan secepat mungkin, maka GMPDKI akan melakukan aksi demonstrasi sampai ke Pusat.


Laporan: Faat

Tulis Komentar Anda Disini