OKESULTRA.COM, KENDARI – Beda versi terkait kepemilikan saham PT Bososi Pratama kembali menyeruak, terbaru salah satu pemilik saham, Swandi lewat kuasa hukumnya Amir Faisal dan Samidu mengklaim memiliki dasar legalitas sah sebagai salah satu pemilik saham di PT Bososi Pratama.

Amir Faisal menjelaskan lewat akta notaris No 59 dan 60 tertanggal 21 Maret 2018, Swandi telah membeli saham perusahaan yang beroperasi di Konawe Utara itu sebanyak 135 lembar dari Kariatun, dengan pembelian saham tersebut maka Kariatun sudah tak memiliki saham lagi di Bososi

Bahkan Amir Faisal pun mengungkap pada 15 Maret 2018 silam, tanpa sepengetahuan Swandi, Kariatun telah memberikan surat kuasa kepada Andi Uci Abdul Hakim agar melakukan aktivitas penambangan dengan mengatasnamakan PT Bososi Pratama.

“Jelas ini merugikan, sebab sebelum menjual ke Swandi, Kariatun rupanya memberikan kuasa kepada Andi Uci,” jelas Amir, Sabtu (23/2/2019).

Pihak kuasa hukum juga mengatakan pasca mencari informasi terkait hal itu, rupanya saham yang dijual Kariatun kepada Swandi ternyata nol saham, sebab Kariatun sudah tak memiliki saham lagi di Bososi.

“Kami telah melaporkan ke Polda Sultra atas dugaan penggelapan, penipuan, pemalsuan, pencurian ore nikel, melakukan kejahatan, penadahan atau menerima hasil kejahatan,” terang Amir.

Amir menduga ada ‘permainan’ yang dilakukan Kariatun dan Andi Uci Abdul Hakim sehingga terjadi perselisihan diinternal perusahaan, perselisihan itu bermula ketika ada penjualan saham PT Bososi berdasarkan akta nomor 3 tertanggal 1 April 2011 semula masih dimiliki Andi Uci Abdul Hakim, porsi kepemilikan 500 lmbar saham saat itu Andi Uci 450 lembar saham dan Retno Handayani 50 lembar saham.

Kemudian pada 28 April 2015 sesuai akta notaris nomor 187, Andi Uci pun menjual semua sahamnya kepada Hendra sebanyak 245 lembar dan Kariatun 255 lembar. Secara otomatis maka mulai saat itu Andi Uci tidak lagi memiliki hak atas saham di PT Bososi Pratama.

“Saham Andi Uci dibeli melalui transfer dari tansfer bukti Fendi ke Kariatun senilai 1 Juta USD atau saat itu jika dinominalkan kedalam rupiah seniali Rp 13 miliar dan menempatkan Hendra sebagai pemagang saham dan Direktur,” lanjut Amir.

Lanjut Amir, pada 29 April 2015 atau sehari setelah setelah Andi Uci melepas sahamnya, sesuai akta nomor 198 Kariatunpun melepas semua sahamnya sebanyak 255 lembar kepada anaknya Jason Kariatur 125 lembar dan Hendra 130 lembar, saat itu Hendra pun menjadi pemegang saham mayoritas dengan 375 lembar.

Meski sudah menjual semua sahamnya, namun Andi Uci kembali menerbitkan akta atas nama dirinya dengan nomor 16 tertanggal 9 Agustus 2018, dalam akta itu, Andi Uci dianggap sebagai pemegang saham sebesar 450 lembar bersama Syarifuddin sebesar 50, anehnya, akta nomor 16 ini justru diterbitkan di Kota Palu dan penerbitan akta ini tanpa melalui RUPS dan jual beli saham.

Amir pun mengatakan dititik tersebutlah Swandi merasa ditipu Kariatun, akta tersebut dibuat tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan tanpa sepengatahuan Swandi sebagai direktur utama, maka secara hukum akta itu diduga bodong atau ilegal sebab tak sesuai aturan hukum. Sebab Swandi tidak pernah mengalihkan sahamnya dalam bentuk apapun baik lewat penjualan maupun pemberian.

Tim kuasa hukum Swandi mengaku telah memiliki dokumen perubahan struktur pemegang saham dan direksi baru yang sudah diserahkan kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi serta ditembuskan ke Kementerian ESDM RI, Dinas ESDM Sultra serta Kepolisian.

“Perubahhan struktur pemegang saham dan direksi Bososi dengan komposisi Komisaris Utama Anwar, Direktur Utama Swandi, Direktur Hendra, Direktur Almaududi pada 8 Februari 2019 ke Gubernur dengan tembusan ESDM provinsi, Kementerian dan Polda Sultra, Gubernur diminta untuk mengesahkan PT Bososi yang baru,” terang Amir Faisal.

Kuasa hukum Swandi juga mengecam seluruh aktifitas tambang yang berjalan di Bososi yang hingga kini masih dalam kendali Andi Uci itu dianggap ilegal sebab para pemegang saham yang ada telah berganti.

“Dengan bukti permulaan yang cukup, kami meminta Polda Sultra mencabut dan menangkap pelaku penambang ilegal di Bososi versi Andi Uci, dan kami berharap penegak hukum bisa menelusuri masalah ini” tegas Amir.(asl)


Tulis Komentar Anda Disini