(Foto : Internet)
(Foto : Internet)

OKESULTRA.COM, KENDARI – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra, Hamiruddin Udu mengatakan, lemahnya sanksi dari KASN dan besarnya peluang mendapatkan promosi karir jika pasangan calon dukungannya terpilih, diduga menjadi sebab beberapa oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) tak netral dalam Pilkada 2018.

“Hal itu mungkin disebabkan karena lemahnya sanksi KASN dan besarnya potensi reward untuk dipromosikan karirnya bila paslon yang didukungnya menang,” jelas Hamiruddin Udu beberapa waktu lalu.

Up date per tanggal 9 April 2018, jumlah ASN yang diduga tidak netral dan diperiksa pengawas pemilu semakin banyak, sekarang angkanya sudah mencapai 204 orang.

Ketidak netralan ASN menggambarkan bahwa masih rendahnya kepatuhan abdi negara terhadap negara.

“ASN semestinya menjadi contoh kepatuhan hukum masyarakat kepada negara. Untuk itu, kami berharap kepada semua ASN untuk memberi contoh yang baik kepada seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya,” pungkasnya.

Dari 204 kasus yang ditangani, peringkat tertinggi ASN yang diduga melakukan pelanggaran diraih oleh Kabupaten Kolaka, disusul Kota Baubau dan Kabupaten Konawe. 96% dari kasus-kasus tersebut telah direkomendasikan ke KASN perihal pemberian sanksinya.

Laporan: Fajar/Wiwid

Tulis Komentar Anda Disini

loading...