Longmarch Menjenguk Birokrasi UHO Yang Sakit di Akhiri Doa Bersma
Longmarch Menjenguk Birokrasi UHO Yang Sakit di Akhiri Doa Bersama

Pendidikan adalah hal yang primordial dalam berkembangnya bangsa ini. Ia menjadi rahim dimana intelektual muda penerus bangsa tercipta sebagai mana diamanatkan Undang-Undang Dasar.

Namun yang terjadi pada proses pendidikan di Indonesia terkhusus di Universitas UHO Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjurus terhadap paradoks yang besar.

Sultra dengan pendapatan perkapita yang rendah seolah mesra dengan biaya pendidikan yang mahal pula. Sebut saja uang kuliah tunggal dan uang pangkal melonjak nominalnya.

Variabel penentuan uang pangkal yang tidak dipaparkan secara jelas menimbulkan indikasi bahwa tingginya UKT dan uang pangkal dilatar belakangi kepentingan dalam bentuk kapitalisme pendidikan.

Indikator penentuan Uang pangkal yang absurd tersebut dengan jelas menggerogoti tiap orang tua/wali mahasiswa.

Berdasarkan 1862 data dari laman aspirasi mahasiswa yang masuk pada Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo menyatakan dengan tegas menolak tingginya uang kuliah dalam penerimaan mahasiswa baru pada jalur  SBMPTN yang kami nilai adalah bentuk arogansi kapiatalis dengan pengerukan provit yang sangat besar terhadap sistem pendidikan dan tidak sesuai dengan cita-cita pendidikan itu sendiri dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menolak penentuan sepihak uang pangkal yang dilakukan pihak UHO tanpa memperhatikan ketimpangan ekonomi masyarakat Sultra sehingga menjadikan pendidikan yang ada di Sultra lahan basah dalam percturan rupiah.

Meminta pihak Universitas UHO agar memaparkan segenap variabel penetuan uang pangkal sebagai prinsip keterbukaan yang dapat menjadi pertimbangan tiap mahasiswa atau orang tua/wali yang ingin melanjutkan studinya.

Meminta pemakaran SK Rektor yg menjadi landasan haluan gerak penentuan uang pangakal.


Oleh : KBM (Keluarga Besar Mahasiswa) UHO

Tulis Komentar Anda Disini