OKESULTRA.COM, KENDARI – Keterbatasan bahan pakan ternak ruminansia, menjadi sebuah masalah yang sering terjadi dan dialami oleh para peternak, terutama peternak sapi potong.

Berbagai upaya dilakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut melalui pembuatan produk-produk inovasi teknologi, mulai dari teknologi pengolahan limbah sebagai pakan, sampai pada penemuan sumber pakan baru.

Salah satu karya inovasi pakan telah dihasilkan dosen UHO, Sebagai bentuk pelaksanaan  tanggung jawab tridharma perguruan tinggi adalah inovasi sabun kalsium dari minyak kedelai sebagai pakan ternak.

Inovasi ini dibuat oleh salah seorang dosen fakultas Peternakan UHO Dr. Ali Bain, M.Si., karya inovasi ini merupakan hasil temuan dari riset disertasi S3-nya.

Saat ditemui, Dr. Ali Bain mengatakan Sabun kalsium minyak kedelai (Sca-kedelai) merupakan produk pakan suplemen sebagai sumber energi, PUFA dan mineral yang diproduksi dengan menggunakan prinsip dan metode saponikasi.

“Produk SCa-kedelai dibuat melalui reaksi saponifikasi asam lemak tak jenuh (PUFA) minyak kedelai (sebagaibahan baku utama). Invesi Sabun kalsium minyak kedelai dibuat sebagai solusi untuk keterbatasan nutrien energi dalam upaya meningkatakan performa produksi dan kualitas produk ternak ruminansia (seperti sapi, kambing, domba dan kerbau), ujarnya Minggu (9/12/18).

Bentuk fisik produk SCa-kedelai adalah berwarna putih kekuningan, padat dan mudah dibuat tepung agar mudah dicampurkan dengan bahan-bahan pakan lain dalam pakan konsentrat ternak ruminansia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Sca-Kedelai mempunyai manfaat untuk melindungi PUFA dari proses biohidrogenasi mikroba serta dapat menekan dampak negatif PUFA yangdapat meracuni dan menekan pertumbuhan mikroba rumen.

Terproteksinya PUFA yang terdapat dalam SCa-kedelai dalam ekosistem rumen dapat memberikan berbagai manfaat lain bagi induk semang (ternak ruminansia) yaitu, pertumbuhan dan aktivitas mikroba tidak terganggu, proses fermentasi dalam rumen berjalan normal, aliran senyawa PUFA untuk diserap ke dalam tubuh menjadi lebih banyak.

“Tingginya kandungan PUFA yang terdeposit dalam jaringan daging dan jaringan air susu tentunya sangat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia yang produk ternak ruminansia. Suplementasi 5% SCa-kedelai dalam konsentrat berbasis bahan pakan lokal mampu meningkat pertambahan bobot badan sapi Bali mencapai 0.92 ± 0.16 kg ekor-1 hari-1  dengan nilai income over feed cost mencapai Rp 28.081 hari-1 dan meningkatkan kandungan PUFA linoleat dalam daging sapi Bali sebesar 44% dibandingkan dengan  daging tanpa penambahan SCa-kedelai,” jelasnya.

Dr. Ali Bain mengharapkan terobosan tersebut dapat menjadi solusi untuk peternak khususnya dalam keterbatasan pakan bagi ternaknya.

“Pengembangan produksi Sca-Kedelai dilakukan agar dapat digunakan oleh para peternak. Produk ini diharapkan dapan menjadi salah satu solusi permasalahan keterbatasan pakan yang sering dialami oleh para peternak,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam pengembangan Sca-Kedelai, saat ini mandapatkan bantuan data oleh Kemenristek Dikti melalui program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi  (CPPBT) yang didanai 2018.(B)


Laporan: Andise SL

Tulis Komentar Anda Disini