Euforia kehadiran Jokowi beberapa waktu yang lalu di Kendari dalam rangkaian kunjungan kerja dan sekaligus kegiatan politik selaku salah satu calon presiden 2019 – 2024 mendapat sambut ria dari team kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin, tidak tanggung-tanggung Jokowi mendapat angin kemenangan pada sekitar angka 70 % dari jumlah pemilih di Sultra. Beberapa tokoh politik yang berpihak pada Jokowi mengamini target tersebut dengan melihat hadirnya warga dalam berbagai kegiatan Jokowi di Sultra, lautan manusia seakan petunjuk akan kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sultra.

Usai pelaksanaan Pilpres 17 April 2019, melalui  QC yang dilakukan oleh lembaga survei memperlihatkan data yang terbalik, capaian Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat angka hanya disekitar 40 %. Suatu angka yang mengecewakan dan menyakitkan bagi Jokowi. Menyakitkan karena dalam suatu pertandingan, kekalahan berkonotasi juga sebagai kelemahan dari berbagai sudut, termasuk kelemahan pengorganisasian pemenangan.

Mengecewakan karena berbagai kebijakan politik selama pemerintahannya, Jokowi telah menggelontorkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat baik fisik maupun non fisik. Dari program-program itu seharusnya saatnya akan mendapat apresiasi dari warga Sultra, sebagaimana yang juga diamini oleh salah satu kepala daerah di Sultra sehingga memberi dampak politik dalam ajang pencalonannya untuk periode ke dua.

Real politik di Sultra akan semakin nampak apabila KPU telah merampungkan hasil perhitungan Pilpres dan mengumumkan pada tanggal 22 Mei 2019.

Jika KPU pada hasil perhitungannya secara nasional menghasilkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan kemudian ditetapkan sebagai pemenang Pilpres, maka pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin-lah yang di daulat oleh rakyat Indonesia untuk memimpin dan berkuasa untuk selama periode 5 tahunan.

Jokowi-Ma’ruf Amin akan memegang kendali pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Sultra. Itu pula berarti Jokowi-Ma’ruf Amin memiliki kewenangan untuk memilah daerah-daerah mana yang layak mendapat prioritas pengembangan pembangunan. 

Jikowi-Ma’ruf Amin adalah juga manusia biasa yang memiliki naluri kemanusiaan, naluri yang bisa merasakan sahabat mana yang dekat dan sahabat mana yang jauh. Jauh-dekat persahabatan dalam kemanusiaan memberi keberuntungan bagi mereka yang lebih dekat, karena sahabat yang dekat lebih mendapat kepercayaan dibanding yang jauh. Kadar kepercayaan itu juga yang akan dapat diberikan kepada daerah-daerah yang mampu memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019, termasuk Sultra yang hanya memberi kontribusi kemenangan yang telatif kecil.

Warga Sultra bisa saja berharap Jokowi-Ma’ruf Amin pada kepemimpinannya kelak menampakkan kepeduliannya bagi pengembangan Sultra untuk maju dan berkembang sama seperti daerah lainnya di Indonesia. Namun, perlulah di ingat dalam politik, Jokowi dikelilingi oleh tokoh-tokoh politik yang bisa menentukan arah pengambilan keputusan politik Jokowi dalam membagi kue pembangunan. Daerah-daerah yang memenangkan Jokowi akan memiliki posisi bargainning yang menguntungkan dalam pemerintahan dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya.

Oleh sebab itu, maka patutlah warga sultra untuk tidak menuntut secara berlebihan kepada Jokowi, untuk tidak membandingkan kepedulian Jokowi pada daerah lain dalam menempatkan program-program strategis yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Bersiaplah menatap 5 tahun kedepan untuk berkembang dengan kekuatan sendiri. Dibutuhkan kerja keras pemerintah daerah Gubernur dan Bupati/Walikota untuk membangun hubungan yang bisa meyakinkan Jokowi, meyakinkan tokoh-tokoh politik disekeliling Jokowi untuk juga peduli pada Sultra. (**)

 

Junson Sidupa

Ketua Gerkindo Sultra

Tulis Komentar Anda Disini