Gubernur Sultra, Ali Mazi (Foto: Wiwid/ Okesultra.com).

OKESULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi mengaku merasa teraniaya dengan berita tentang dirinya yang beredar di media sosial akhir-akhir ini.

“Setelah kurang lebih lima bulan, teraniaya saya di medsos, menderita saya. Untung tidak kena struk, setiap orang datang, saya bilang saya berkerja dijalan Allah. Silahkan kalian macam-macam,” ujarnya Kamis (14/2/2019)

Hal ini dikatakan pada rapat koordinasi pemberantasan korupsi terintegrasi, di kantor Gubernur Sultra, Kamis (14/2/1/2019).

Selain merasa dizalimi, Ali Mazi juga merasa kecewa terkait kinerja OPD yang tak pernah melaporkan calaian lembaganya masing-masing.

“Saya juga aneh, sudah kurang lebih lima bulan ini kepala OPD hampir tidak pernah melapor ke saya, cuma beberapa orang saja, sehingga rumah jabatan itu sepi dengan OPD, ini ada apa,” tambahnya.

Gubernur sebelumnya juga marah besar kepada para OPD lingkup Pemprov Sultra yang tak hadir dalam Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah yang diadakan BNNP Sultra disalah satu hotel di Kendari, pada Rabu (6/2/2019).

“Karena ini instruksi dari pusat tentang pencegahan narkotika itu harus diutamakan karena pasti ada hal-hal prinsip yang ingin disampaikan melalui rapat itu,” jelasnya.(waa/asl)


Tulis Komentar Anda Disini

loading...