Direktur MAK-SULTRA, Nukman. (Foto: Istimewa).

OKESULTRA.COM, KENDARI – Masyarakat Anti Korupsi (MAK-SULTRA) menyorot kinerja manajemen Bank BRI Kendari Sam Ratulangi yang diduga menyalahgunakan wewenang sehingga berdampak pada pelayanan masyarakat.

Direktur MAK-SULTRA, Nukman meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra agar segera memeriksa manajemen Bank BRI Sam Ratulangi terkait dugaan tersebut.

“Kami menduga, pihak Bank telah sengaja melakukan pembiaran (tidak memperbaiki) mesin ATM setoran tunai yang rusak,” jelasnya kepada Okesultra.com, Sabtu (5/1/2018).

Menurut Nukman, kejadian semacam itu terus terulang hampir setiap hari.

“Biasanya mulai pukul 17.00 WITA mesin sudah tidak bisa digunakan, dugaan kami, hal tersebut dilakukan agar para pelaku bisnis BRI link sekitar kantor BRI, bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bisnis outlet BRI LINK sangat menjanjikan, tentunya dengan biaya administrasi yang harus dibayar masyarakat yang akan bertransaksi.

“Satu kali transaksi, administrasinya sebesar lima ribu rupiah & tujuh ribu rupiah. Hitungan sepintas, pihak BRI link bisa melakukan transaksi kurang lebih 500 kali/hari. Berarti setiap hari mereka bisa mengumpulkan uang sebesar kurang lebih 2 juta rupiah,” terangnya.

Nukman menduga para pelaku bisnis BRI link ini adalah kolega atau pihak BRI sendiri. Senin (07/01/2019) mendatang dirinya bersama warga akan menyambangi OJK Sultra untuk membawa surat aduan, agar ditindak lebih lanjut.

“Besar dugaan kami, para pelaku bisnis BRI link ini adalah kolega atau pihak BRI sendiri, untuk itu kami meminta agar pihak OJK Sultra segera mengambil sikap. Kejadian ini telah meresahkan warga,” tutupnya.


Laporan : Andise
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini