OKESULTRA.COM, KENDARI – Menyikapi penipuan-penipuan yang terjadi seiring dengan berkembangnya revolusi industri 4.0, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program “OJK Mengajar” terus melalukan literasi kepada masyarakat, agar terhindar dari risiko kejahatan keuangan yang saat ini marak terjadi seiring dengan perkembangan teknologi.

OJK Mengajar yang kali ini digelar di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Kamis (29 Agustus 2019). OJK Institute berikan Kuliah Umun bagi para mahasiswa lintas kampus yang pesertanya tidak hanya dari Mahasiswa UHO, namun turut hadir pula Mahasiswa STIE 66, UMK, IAIN dan Indotec.

Deputi Komisioner OJK, Sukarela Batunanggar mengungkapkan, bahwa kuliah umum merupakan program rutin bagi pihaknya, dan bagian dari tugas lembaga pengawas tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Alasan OJK memilih perguruan tinggi sebagai mitra pelaksanaan edukasi ‘OJK Memgajar’ ini, karena kampus merupakan pusat pendidikan dan juga mendorong inovasi, kreativitas dan perbaikan inklusi keuangan di masa mendatang,” ungkapnya.

Tim OJK Institute, lanjut ia, sebelum datang ke Sultra, sebelumnya telah menyambangi beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

“Sulawesi sudah daerah ke sekian yah. Jadi, sebelum ke sini, kami sudah ke daerah Jawa, Sumatera dan terakhir kemarin ke Kalimantan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Sukarela Batunanggar membawakan materi perkembangan dan regulasi keuangan digital. Ia menyampaikan terkait perkembangan industri Fintech saat ini, ciri-ciri bisnis keuangan digital ilegal dan tips terhindar dari penipuan berbasis digital.

“Perkembangan revolusi industri 4.0 perlu disikapi oleh anak-anak muda, misalnya dengan meningkatkan kapasitas diri (soft skill) seperti emotional intellegence, team work, creativity, critical thinking hingga problem solving.” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala OJK Provinsi Sultra, M. Fredly Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa fakultas ekonomi lintas universitas di Kendari, yang telah hadir sebagai peserta program OJK Mengajar ini.

“Kehadiran kegiatan ini merupakan wujud OJK terus berjuang untuk mencapai target inklusi dan literasi keuangan tahun 2019 dengan menghadirkan narasumber langsung dari pusat bahkan pembuat kebijakannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, hingga saat ini OJK baru memberikan izin kepada fintech lending sebanyak 127 entitas. OJK bekerja sama dengan Kementerian Kominfo terus berupaya menutup fintech lending ilegal.

“Hingga hari ini, sebanyak 1.087 entitas ilegal telah ditutup,” kata Fredly Nasution.

Laporan: Iwan

Tulis Komentar Anda Disini