OKESULTRA.COM, KENDARI – Seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur (Koltim) saat ini sedang berjalan.

Namun, ditengah proses itu muncul aroma tak sedap. Sejumlah kecurangan dan permainan kotor diduga terjadi dalam proses seleksi calon anggota KPU di dua kabupaten tersebut.

Kecurangan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Timsel tersebut dibongkar oleh salah satu komisoner KPU Kabupaten Koltim, Adly Yusuf Saepi dan salah satu peserta yang saat ini masih mengikuti tahapan seleksi, Muhammad Ali.

Keduanya, saat jumpa awak media pada Jumat malam di Kantor Advokat Andre Dermawan & Associate, membeberkan berbagai macam dugaan kecurangan yang terjadi selama proses seleksi.

“Salah satu bentuk dugaan kecurangan itu adalah soal CAT yang bocor dan diperjualbelikan kepada para peserta,” ucap Ali

Ali mengaku jika dirinya pernah ditawarkan paket soal tes CAT oleh seseorang oknum komisioner KPU melalui staf oknum tersebut pada 18 November 2018 silam.

“Saya ditawarkan bocoran soal tersebut dengan harga Rp10 juta tapi saya bilang nda punya uang sebanyak itu,” imbuhnya.

Akan tetapi, kata di, oknum itu kemudian menurunkan harga hingga Rp5 juta saja. Namun Ali bersikukuh menolaknya.

“Saya tetap tolak karena tidak mau menempuh cara-cara kotor meskipun menurut oknum tersebut, sudah ada sejumlah peserta lain yang membelinya. Akhirnya, soal itu diberikan kepada saya secara gratis,” kata Ali.

“Saya ditawari itu tapi saya tolak. Kemudian, pada tanggal 19 November dirinya mengikuti tahapan tes CAT. Alhasil, soal dan jawaban yang nampak pada layar sama persis dengan yang diperolehnya dari oknum komisioner KPU melalui stafnya itu,” imbuhnya lagi.

Selain praktek jual beli soal CAT tersebut, Ali juga mengaku pernah dimintai uang sebesar Rp75 juta oleh oknum Timsel agar dirinya diloloskan dalam 10 besar.

“Awalnya, oknum komisioner KPU juga pernah meminta dirinya agar menghubungi Timsel dan menyerahkan Rp60 juta. Tetapi, sejak awal hingga saat ini saya tidak pernah menyerahkan uang kepada siapa pun,” tambahnya.

Saat ini, Ali bersama pengacaranya akan melaporkan kasus ini ke KPU Republik Indonesia di Jakarta.(A)


Laporan: Ronal
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini