OKESULTRA.COM, KENDARI – Dua nelayan bernama La Hariadi warga Dusun La Bantea, Desa Kalimas, dan La Heri Ardiansyah warga Desa Sandi Kecamatan Kaledupa, Wakatobi menjadi korban penyanderaan oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina Selatan yang sempat viral di media sosial melalui video berdurasi 30 detik pada beberapa waktu lalu.

Hariadin sendiri diketahui telah meninggalkan pulau Wakatobi untuk bekerja di Malaysia sejak tahun 2012 silam.

Keduanya diculik saat menangkap ikan di perairan Sandakan, Malaysia pada 5 Desember 2018 bersama seorang warga Malaysia, hampir dua bulan disandera, namun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara belum mengetahui informasi tersebut secara rinci.

“Saya baru terima informasi ini, kami belum pernah dapat informasi sebelumnya,” jelas Gubernur Sultra, Ali Mazi saat ditemui di Claro Hotel Kendari, Rabu (20/2/2019).

Pihaknya berjanji tetap melakukan upaya-upaya membebaskan para korban.

”Pemerintah tentu akan berusaha untuk membebaskan mereka, tapi ini kan antar negara jadi wilayahnya pemerintah pusat,” tambahnya.

Terkait besaran permintaan tebusan yang mencapai angka Rp10 Milyar dan telah adanya kunjungan tim Kementerian Luar Negeri ke Wakatobi guna menemui keluarga korban yang disandera, Ali Mazi pun mengaku tak mengetahui itu.

“Belum dapat informasi itu, tetapi kami akan segera meminta informasi dari pemerintah pusat apakah telah dilakukan langkah-langkah atau belum. Tapi yakinlah pemerintah akan senantiasa bekerja melindungi rakyat dan bangsa Indonesia,” tutupnya.(asl)


Tulis Komentar Anda Disini