OKESULTRA.COM, KENDARI – Sepanjang tahun 2018, jumlah penerbitan paspor di Kantor Imigrasi (Kanim) kelas 1 TPI Kendari mengalami penurunan delapan persen, jika dibandingkan pada tahun 2017. Hal ini diungkapkan Kepala Kanim kelas 1 TPI Kendari, Barron Ichsan saat menggelar press release akhir tahun di kantornya, Senin, (31/12/18).

“Selama tahun 2018 ini, Kanim Kendari mengalami penurunan penerbitan paspor sebanyak 8 persen, yang tadinya di tahun 2017 total 11.658. Namun, di tahun 2018 menurun 8 persen menjadi 10.672 dokumen,” ungkap Barron.

Dia menjelaskan, penurunan penerbitan paspor tersebut, justru  berbanding terbalik dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetorkan Imigrasi yang membawahi delapan kabupaten dan satu kota ini.

“Tahun 2017 PNBP kita mencapai Rp12,8 miliar, sementara untuk tahun ini naik 1 persen sebesar Rp12,79 miliar lebih,” terangnya.

Dia mengungkapkan, Jumlah penertiban izin tinggal terbatas (ITAS) tahun 2018 sebanyak 3.567 dokumen, naik dibandingkan tahun 2017 yakni 949 dokumen.

Sementara untuk izin tinggal kunjungan (ITK) tahun 2018, sambung Barron, ada 10.444 dokumen, turun dibandingkan tahun 2017 sebanyak 18.511 dokumen.

“Penurunan pelayanan asing terjadi pada perpanjangan jumlah izin tinggal kunjungan (ITK), namun ada juga peningkatan pada izin tinggal terbatas (ITAS),” jelasnya.

Selain itu, lanjut Barron, dari seluruh total layanan izin yang diterbitkan, mayoritas untuk di sektor pertambangan.

“Ini sengaja kami lakukan supaya seluruh pekerja yang ada di pertambangan itu dapat bekerja dengan menggunakan izin yang benar. Jadi kami arahkan mereka menggunakan ITAS supaya keberadaannya khususnya di wilayah Sultra ini menjadi legal,” tuntasnya.(A)


Laporan : Yusran
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini